Berita

Amran Curiga Penyelundupan Beras Terjadi di Banyak Daerah, Bukan Hanya Sabang

97
×

Amran Curiga Penyelundupan Beras Terjadi di Banyak Daerah, Bukan Hanya Sabang

Sebarkan artikel ini
6a87ff502e62fda33410f08db8cbc00a.jpg
6a87ff502e62fda33410f08db8cbc00a.jpg

Sabang, Aceh – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan telah menyegel sebanyak 250 ton beras impor ilegal yang masuk melalui wilayah Sabang, Aceh. Penindakan ini dilakukan atas dugaan aktivitas impor yang tidak sesuai prosedur dan tanpa izin resmi.

Amran menegaskan bahwa seluruh beras tersebut telah disegel, dan pihaknya telah meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri serta menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Menurut Amran, terdapat kejanggalan serius dalam proses impor beras tersebut. Sebuah risalah rapat koordinasi pemerintah di Jakarta pada 14 November 2025 menunjukkan bahwa permohonan impor beras itu telah ditolak oleh pejabat terkait.

Namun, izin impor dari negara asal, Thailand, justru telah terbit lebih dahulu. Amran menduga temuan ini mengindikasikan adanya upaya terencana yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ia menjelaskan, tindakan aparat yang langsung menyegel dan menghentikan seluruh aktivitas distribusi beras ilegal itu didasari oleh ketiadaan izin impor komoditas pangan tersebut.

Pemerintah juga tengah melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk salah satu perusahaan yang beroperasi di Sabang.

Amran menambahkan, pihaknya sedang mendalami kemungkinan adanya kasus serupa di wilayah lain, termasuk Batam. Ia telah meminta aparat kepolisian dan lembaga terkait lainnya untuk memverifikasi serta menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius.

Amran menekankan bahwa impor beras saat ini merupakan aktivitas ilegal. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak ada kebutuhan untuk mengimpor beras, mengingat stok nasional komoditas pangan tersebut dinilai tercukupi.

Ia memaparkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan produksi beras nasional pada tahun ini mencapai 34,7 juta ton. Sementara itu, cadangan beras pemerintah yang tersedia di gudang Perusahaan Umum Bulog mencapai 3,8 juta ton.

Amran juga memprediksi stok beras nasional hingga awal 2026 dapat mencapai 12,89 juta ton. Proyeksi ini didasarkan pada neraca beras Januari–Desember 2026 per 5 November 2025, yang mencakup stok carry over hingga akhir 2025 yang tersebar di berbagai lini serta stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog.

Khusus untuk Provinsi Aceh, proyeksi neraca pangan menunjukkan surplus beras sebesar 871,4 ribu ton, dengan ketersediaan 1,53 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 667,7 ribu ton.

Sementara itu, untuk wilayah Sabang sendiri, tercatat surplus beras sebesar 970 ton, dengan ketersediaan 5.911 ton dan kebutuhan mencapai 4.940 ton.