Jakarta – Tiga wali kota dan tujuh bupati akan menerima Trofi Abyakta. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka meyakinkan Dewan Juri Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat dengan proposal yang diajukan.
Penganugerahan akan dilakukan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, 9 Februari 2026.
Selain kepala daerah, trofi Abyakta juga diberikan kepada tiga wartawan senior dengan komunitasnya.
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan hal tersebut.
Tiga bupati melakukan presentasi daring karena berbagai alasan. Alasan tersebut termasuk pemakaman orang tua, penanganan bencana alam di Sumatra, dan acara adat.
Tiga wartawan senior yang menerima penghargaan adalah Rahmi Hidayati (Perempuan Berkebaya Indonesia), Seno Joko Suyono (Borobudur Writers and Cultural Festival), dan Nenri Nurcahyo (komunitas Panji).
AK-PWI Pusat 2026 menambahkan kategori baru, yaitu wartawan dengan komunitasnya. Sebelumnya, penghargaan hanya diberikan kepada kepala daerah.
Penghargaan ini telah berlangsung sejak HPN 2016 di Lombok, dan berlanjut di Banjarmasin, Jakarta, Kendari, dan Medan.
Berikut daftar lengkap kepala daerah penerima penghargaan:
* Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (Malang sebagai kota kreatif UNESCO).
* Bupati Temanggung Agus Setyawan (kesenian Kuda Lumping Temanggung).
* Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana (Gerbang Sangkareang).
* Wali Kota Samarinda H. Andi Harun (sarung tenun).
* Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit (revitalisasi Mbaru Gendang).
* Bupati Blora H. Arief Rohman (ajaran Samin).
* Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis (tarian Cangget Bakha).
* Bupati Labuhanbatu Hj.Maya Hasmita (Gema Sahabat).
* Bupati Padang Pariaman H. John Kenedy Azis (revitalisasi tradisi religius Maulik Gadang).
* Bupati Manokwari Hermus Indou (Festival Teluk Doreh sebagai penguatan harmoni sosial).







