FENESIA – Pemerintah India memblokir TikTok dan 58 aplikasi lainnya asal China karena alasan privasi dan keamanan pada tahun 2020. Awalnya masih dipertimbangkan bisa dicabut kembali, namun blokir tersebut kini telah diputuskan akan dilakukan secara permanen.
Pada Juni 2020, 59 aplikasi lainnya asal China itu telah diblokir, menyusul konflik perbatasan dengan China yang mengakibatkan 20 tentara India tewas. Saat itu, Kementerian Informasi India masih memberi kesempatan para pengelola aplikasi untuk mematuhi aturan.
Selain TikTok, aplikasi tenar lain yang diblokir termasuk WeChat dari Tencent dan UC Browser buatan Alibaba. Setelah mereka menjawab berbagai pertanyaan dari pemerintah India, disimpulkan bahwa hasilnya tidak memuaskan.
Mengutip dari Reuters, beberapa media India mengatakan, “Pemerintah tidak puas dengan tanggapan atau penjelasan dari para perusahaan itu. Karena itulah, pelarangan 59 aplikasi tersebut saat ini jadi permanen.”
Belum ada tanggapan dari TikTok terkait berita ini. Sebelumnya, mereka sempat yakin akan kembali diizinkan beroperasi di India.
Kominfo India sempat mengatakan aplikasi yang dilarang itu berpotensi mengancam kedaulatan dan integritas India. Tak hanya itu, pada bulan September, India kembali melakukan pencekalan terhadap 118 aplikasi moblie asal China, termasuk game populer PUBG.
Setelah beberapa kali mencoba kembali agar diizinkan beroperasi, PUBG Corporation akhirnya menyerah dan mengumumkan akan menghentikan semua layanan dan akses gamenya ke pengguna di India.
Sejak 30 Oktober 2020, PUBG Mobile Nordic Map: Livik dan PUBG Mobile Lite berhenti berfungsi. Hak merek PUBG Mobile akan dikembalikan kepada pemilik properti intelektual dan Tencent Games tidak memiliki hak lagi atas franchise game tersebut di India. Kini, TikTok akan menyusul nasib PUBG.







