Aceh – Warga di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah, dan Bener Meriah menyerbu SPBU Pertamina, Rabu (4/3/2026). Mereka berbondong-bondong membeli BBM karena khawatir stok menipis.
Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Bahkan, di beberapa SPBU antrean mencapai hampir satu kilometer.
Indra, warga Bener Meriah, mengaku rela antre demi mendapatkan Pertalite untuk motornya.
“Informasinya kan 20 hari stok BBM dari Pak Menteri. Daripada nanti krisis, saya harus cari minyak di sini,” ujarnya. Ia bahkan sudah mengantre sejak selepas Isya.
Kekhawatiran warga dipicu pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal stok BBM nasional yang hanya cukup untuk 20-25 hari.
Di SPBU Pertamina Kemili, Takengon, antrean dilaporkan mencapai hampir satu kilometer. Warga mulai mengantre sejak pukul 19.30 WIB.
Sementara di SPBU Pertamina Tan Saril, antrean mencapai sekitar 500 meter.
Antrean panjang ini sempat memicu ketegangan dan cekcok antar warga.
“Barusan ada keributan pas antrean. Kami enggak tahu masalahnya apa. Padahal ini bulan Ramadhan. Saya sendiri takut besok sudah enggak kebagian BBM,” kata Rahmat, warga Takengon.
Lonjakan antrean diduga kuat akibat panic buying karena kekhawatiran kelangkaan BBM.







