Jakarta – Mabes Polri memprediksi pergerakan masyarakat saat libur Lebaran 2026 akan menurun.
Jumlahnya diperkirakan 143,9 juta orang.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan hal ini usai rapat koordinasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Penurunannya sekitar 2,57 juta orang atau 1,75 persen.
Meski begitu, Polri memastikan kesiapan pengamanan arus mudik.
“Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan,” kata Dedi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua periode di pertengahan Maret.
Puncak arus mudik pertama diperkirakan 14-15 Maret.
Setelah itu, pemerintah akan menerapkan Work From Anywhere (WFA) pada 16 dan 17 Maret.
Puncak arus mudik kedua diperkirakan terjadi pada 18 dan 19 Maret.







