Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah menjadi beking PT Agrinas Pangan Nusantara terkait impor mobil pikap Mahindra Scorpio. Mobil tersebut rencananya akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Isu ini muncul setelah Kemhan menerima empat mobil Mahindra Scorpio.
Brigjen Rico Ricardo Sirait, Karo Infohan Setjen Kemhan, menjelaskan bahwa kendaraan itu adalah hibah kemanusiaan. Tujuannya untuk mendukung penanganan bencana di Aceh.
“Bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat mobilitas di lapangan,” kata Rico, Kamis (26/2).
Tujuannya agar distribusi bantuan, evakuasi warga, dan dukungan logistik bisa lebih cepat.
Rico menegaskan, penerimaan hibah ini tidak terkait dengan rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan oleh Agrinas.
Kemhan berperan sebagai penerima bantuan. Bantuan itu dimanfaatkan untuk kepentingan kemanusiaan dan penanganan darurat bencana.
“Kemhan memastikan setiap dukungan yang diterima diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.
Sebelumnya, Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan belum ada keputusan menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India.
Impor itu untuk memenuhi kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pernyataan Joao merespons permintaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pemerintah menunda rencana impor.
“Karena saya ini BUMN, saya pasti taat kepada pemerintah dan rakyat,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2).







