Jakarta – Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng wilayah penyangga untuk menyediakan fasilitas park and ride. Langkah ini diambil untuk mendorong penggunaan transportasi umum dan mengurangi kendaraan pribadi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan hal ini di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/2).
Pramono berharap warga tidak menggunakan kendaraan pribadi dari rumah sampai Jakarta. Ia ingin park and ride tersedia dekat rumah.
Kerja sama akan dilakukan dengan Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Tujuannya, menyediakan fasilitas park and ride di daerah penyangga.
Pramono yakin langkah ini bisa mengurangi kemacetan di Jakarta.
Ia juga berharap daerah penyangga menyediakan halte Transjabodetabek yang nyaman.
“Jangan kemudian, mohon maaf semuanya jadi beban Jakarta,” kata Pramono. Ia menambahkan, saat ini semua alat transportasi dan subsidinya ditanggung Jakarta.
Pramono menegaskan Transjabodetabek akan terus berjalan meski ada keluhan soal halte.
Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap Transjabodetabek adalah sinyal positif. Namun, ini harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana.
Konektivitas transportasi umum di Jakarta sudah 92 persen. Namun, pengguna rutinnya baru sekitar 23,6 persen.
Banyak warga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi ke halte atau stasiun, lalu memarkirkannya di park and ride.
Pramono ingin masyarakat terbiasa menggunakan transportasi umum dari rumah. Ia juga berharap daerah penyangga membangun fasilitas transportasi yang nyaman.
Meski belum banyak yang menggunakan transportasi umum, Pramono menilai kebiasaan masyarakat sudah semakin tertib.
“Mudah-mudahan tawaran-tawaran transportasi yang murah, fasilitas bagus, ketepatan waktu juga penting,” ujarnya.
Ia menyebut kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi menjadi penyebab kebijakan transportasi umum belum berhasil.
“Problem utamanya adalah karena kebiasaan orang masih menggunakan transportasi pribadi,” kata Pramono.
Namun, ia terus berupaya mengubah kebiasaan tersebut. Salah satunya dengan menggratiskan 15 golongan untuk menggunakan transportasi umum.
Selain itu, Pramono mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 6 tahun 2025. Ini mewajibkan ASN dan pegawai Pemprov DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu.
Pramono juga membuat Transjabodetabek agar warga wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta bisa menggunakan transportasi umum.
“Dan itu terbukti bahwa dalam waktu satu tahun pemerintahan yang saya pimpin, ada kenaikan yang signifikan orang naik transportasi umum,” katanya.







