Berita

Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70 Persen

89
×

Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70 Persen

Sebarkan artikel ini
pertamina-tingkatkan-impor-lpg-dari-as-hingga-70-persen
pertamina tingkatkan impor lpg dari as hingga 70 persen

Jakarta – Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan memperkuat ketahanan energi nasional. Fokus utama adalah peningkatan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari AS.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Pertamina saat ini mengimpor sekitar 57 persen LPG dari AS.

“Dengan adanya kesepakatan dagang ini, tentunya kita akan bisa meningkatkan, bisa sampai ke 70 persen,” kata Simon dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat (20/2/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor LPG Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS atau setara Rp 64,1 triliun.

Impor dari AS mendominasi dengan nilai sekitar 2,03 miliar dolar AS atau Rp 34,3 triliun, mencakup sekitar 53 persen dari total impor atau 3,94 juta ton.

Negara kedua penyumbang impor LPG bagi Indonesia adalah Qatar dengan nilai 0,4 miliar dolar AS (Rp 6,7 triliun) atau 11 persen.

Disusul Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 0,39 miliar dolar AS (Rp 6,6 triliun) atau 10 persen.

Selain LPG, Pertamina juga akan mendorong peningkatan impor minyak mentah (crude oil) dari AS.

Penjajakan produk olahan minyak akan dilakukan dengan mitra-mitra di Amerika.

Impor energi senilai 15 miliar dolar AS (Rp 253,3 triliun) dari AS merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber energi.

Tujuannya adalah untuk menjamin pasokan dengan harga yang kompetitif.

“Selain sumber dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika, kita juga melihat peluang besar dari Amerika Serikat,” pungkasnya.