Berita

Halau Tongkang Hanyut, PHE ONWJ Selamatkan Aset Migas

198
×

Halau Tongkang Hanyut, PHE ONWJ Selamatkan Aset Migas

Sebarkan artikel ini
halau-tongkang-hanyut,-phe-onwj-selamatkan-aset-migas
halau tongkang hanyut, phe onwj selamatkan aset migas

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil mengamankan dua situasi krusial di laut lepas dalam sepekan.

Perusahaan migas ini melakukan mitigasi risiko hanyutnya tongkang raksasa yang mendekati anjungan migas.

Selain itu, PHE ONWJ juga membantu evakuasi kapal patroli KPLP Jakarta, KM Celurit 203, yang mengalami gangguan mesin.

Tongkang Karunia Samudera 1, yang ditarik kapal Citeureup-1, mengalami mati mesin dan kehabisan bahan bakar pada Kamis (22/1/2026).

Tongkang tersebut terbawa arus dan memasuki zona terbatas, sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH milik PHE ONWJ.

General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di lepas pantai.

“Bekerja di laut mengajarkan kami untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi sekecil apa pun,” ujarnya.

Tim di lapangan mengarahkan TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengarahan jalur (towing).

Langkah ini diambil untuk memastikan tongkang tidak menyentuh fasilitas produksi.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga amanah konstitusi dan visi kemandirian energi,” tegas Wira.

PHE ONWJ juga membantu kapal patroli KM Celurit 203 yang membawa 15 personel. Kapal tersebut mati mesin total di antara Anjungan Bravo dan Anjungan Echo.

Kapal TB Sejahtera dan MV Grosbeak segera merapat untuk memberikan bantuan.

Wira menegaskan operasi ini mencerminkan sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan maritim.

“Ketika kami menerima sinyal dari KM Celurit 203, kami melihatnya sebagai panggilan tugas untuk saling menopang,” ucap Wira.

Proses penarikan kapal menuju EZA Buoy dan Pelabuhan Patimban berjalan lancar.

“Syukur alhamdulillah, seluruh 15 personel KPLP dalam kondisi sehat dan selamat, serta kapal negara tersebut berhasil sandar dengan aman,” kata Wira.

Menurut Wira, kemampuan beradaptasi dan merespons situasi darurat adalah kompetensi mutlak bagi perusahaan energi modern.

“Kami terus berupaya menyelaraskan operasi dengan kondisi alam, memastikan keselamatan setiap jiwa di perairan ini, dan menjaga agar energi untuk negeri tetap mengalir tanpa henti,” ujar Wira.