BeritaEcozone

Hilirisasi Bauksit Pacu Ekonomi Kalimantan Barat, Buka Lapangan Kerja

188
×

Hilirisasi Bauksit Pacu Ekonomi Kalimantan Barat, Buka Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
hilirisasi-bauksit-jadi-penggerak-ekonomi-daerah-kalimantan-barat
hilirisasi bauksit jadi penggerak ekonomi daerah kalimantan barat

Mempawah – Proyek pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, diproyeksikan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah. Inisiasi ini digagas oleh Grup MIND ID.

Proyek ini melibatkan sejumlah perusahaan besar. Di antaranya PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Mega proyek hilirisasi terintegrasi ini diharapkan menjadi pendorong utama ekonomi daerah. Selain itu, juga membuka lapangan kerja baru.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Pada 2025, ekonomi tumbuh 5,39 persen, meningkat dari 4,90 persen pada 2024.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pertambangan dan penggalian. Angkanya mencapai 31,48 persen.

Bupati Mempawah, Erlina, menekankan pentingnya hilirisasi. Menurutnya, ini adalah motor transformasi ekonomi daerah yang sebelumnya bergantung pada bahan mentah.

Hilirisasi dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Selain itu, membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang usaha baru.

“Pertama adalah penyerapan tenaga kerja, itu yang paling penting,” kata Erlina usai groundbreaking proyek, Jumat (6/2/2026).

“Kedua, akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi karena banyak masyarakat dari luar daerah yang datang,” tambahnya.

Erlina juga menyampaikan dampak ekonomi dari proyek hilirisasi sudah mulai dirasakan.

Usaha pendukung seperti homestay, rumah kos, dan kuliner tumbuh di sekitar proyek. Ini membuka sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Selain dampak ekonomi jangka pendek, program CSR PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) juga memberikan dampak positif.

Erlina berharap program CSR terus dikembangkan di sektor pendidikan. Tujuannya agar putra daerah memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Saat ini, Grup MIND ID mengoperasikan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah.

Fasilitas ini mengolah bauksit menjadi alumina. Ini menjadi penghubung penting dalam rantai pasok hilirisasi.

Grup MIND ID berencana melanjutkan pengembangan ekosistem hilirisasi. Caranya dengan membangun Smelter Aluminium Baru serta SGAR Fase II.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan kontribusi hilirisasi terhadap perekonomian nasional terus meningkat.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk mempercepat hilirisasi.

“Jika kita lihat, kontribusi hilirisasi terus meningkat,” ujar Rosan.

Pada 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp580,4 triliun. Angka ini sekitar 30 persen dari total investasi nasional.

Pemerintah mendorong pemerataan pengembangan hilirisasi ke berbagai daerah. Termasuk Kalimantan Barat.

Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.