Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan kesiapannya melindungi lukisan di dinding gua Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Lukisan itu diperkirakan berusia 67.800 tahun.
Penelitian dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peneliti dari Griffith University Australia, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Fokus utama adalah perlindungan aset budaya.
“Karena menurut para peneliti, ini mudah sekali dijangkau, sering dipegang-pegang. Sangat membahayakan,” ujar Fadli dalam konferensi pers, Kamis (22/1/2026).
Selain perlindungan, pemerintah juga akan mengembangkan situs tersebut agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Status gua Metanduno saat ini adalah cagar budaya tingkat provinsi. Pemerintah akan mendorong agar statusnya ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional.
Fadli juga menyiapkan narasi bahwa Indonesia adalah salah satu peradaban tertua di dunia, didukung oleh keberadaan lukisan di dinding gua tersebut.
Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana, menambahkan bahwa hasil riset ini telah dipublikasikan di jurnal “Nature”.
“Untuk umur kita perkirakan para peneliti sebelum 2014 hanya sekitar 4.000 tahun yang lalu, tapi sampai 2026 diperkirakan sekitar 67.800 tahun yang lalu,” kata Adhi.
Ia menduga nenek moyang masa itu tidak hanya pelaut yang unggul, tetapi juga penggambar yang cerdas.












