Aceh Utara – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin ketahanan pangan nasional aman dan berkelanjutan.
Hal ini didukung oleh stok beras nasional yang kuat, termasuk di Aceh.
Amran menyebutkan stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 3 juta ton.
“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa untuk 3 hingga 6 bulan ke depan,” kata Amran saat Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).
Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat.
Namun juga melakukan percepatan pemulihan sektor pertanian.
Saat ini, Aceh memiliki sekitar 70 ribu ton beras di gudang Bulog.
Kementerian Pertanian juga menjaga kesinambungan produksi di tingkat petani.
Pendampingan, rehabilitasi lahan, serta penyaluran sarana produksi dilakukan agar daerah terdampak bencana, termasuk Aceh, dapat segera kembali berproduksi.
“Alhamdulillah, Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini merupakan capaian strategis dan tercepat berkat gagasan besar Bapak Presiden. Pemerintah memastikan pangan aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Total stok beras yang dikelola Perum Bulog di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton.
Aceh memiliki stok terbesar, yakni 71,3 ribu ton.
Disusul Sumatera Utara 25,7 ribu ton, dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton.
Secara nasional, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton.
Terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan Bulog siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
“Kami akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-cita dari Bapak Presiden Indonesia maupun Pak Menteri Pertanian untuk swasembada tahun 2026 dan seterusnya,” ungkapnya.
Ketersediaan stok beras yang kuat saat ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga produksi ke depan.







