Jakarta – Realisasi investasi Indonesia pada 2025 melampaui target. Angka investasi mencapai Rp1.931,2 triliun, melewati target awal Rp1.905,6 triliun.

Namun, capaian investasi ini belum sejalan dengan penerimaan negara.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan investasi adalah komitmen jangka panjang.

“Memang kan investasi itu adalah long term commitment,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Rosan menambahkan, investasi tidak hanya meningkatkan penerimaan negara. Tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah terus memberikan insentif untuk mendorong iklim investasi.

“Jadi saya yakin ini ke depannya juga akan terus memberikan kontribusi yang positif terhadap APBN kita,” ujarnya.

Menurut Rosan, nilai investasi yang tumbuh memerlukan waktu untuk berkontribusi pada penerimaan negara. Investasi jangka panjang akan memberikan hasil positif bagi keuangan negara di masa depan.

“Pajak-pajak yang tercipta dari investasi yang masuk ini, investasi long term commitment,” jelasnya.

Rosan juga menyoroti dampak investasi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Ia mencontohkan, investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan pertanian memang tidak sebesar sektor mineral. Namun, sektor ini memberikan dampak besar dalam pembukaan lapangan kerja.

“Hilirisasi di kelapa nilainya Rp100 juta dolar tapi lapangan pekerjaannya itu mencapai 10 ribu orang,” ungkap Rosan.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *