Jakarta – Suami Boiyen, Rully Anggi Akbar, angkat bicara soal dugaan penipuan investasi yang menyeret namanya. Ia didampingi kuasa hukum, Husor Hutasoit dan Ben Zebua.
Rully mengklarifikasi informasi yang dianggapnya tidak sesuai fakta.
Tim kuasa hukum menegaskan kasus ini ranah perdata dan tidak ada niat jahat.
Husor Hutasoit menyatakan kliennya belum menerima panggilan resmi dari polisi.
“Siapapun berhak membuat laporan dan belum kami terima jadi belum menyatakan memberi klarifikasi tapi kalau sudah terima dan klien kita dipanggil akan kita hadapi,” kata Husor.
Husor menyoroti simpang siurnya nominal kerugian. Menurutnya, angka yang beredar tidak sesuai fakta transaksi.
“Perlu diluruskan bahwa investasi Rp200 juta ini memang tak digunakan untuk hal-hal lain. Tapi yang dibahas di media malah kabur Rp300 juta karena ini ya murni perdata. Kita akan hadapi,” lanjutnya.
Ben Zebua menambahkan dana investasi digunakan untuk operasional dan tidak menghasilkan keuntungan. Sehingga, tidak bisa disebut penipuan.
“Tidak ada niat jahat karena uang investasi tersebut untuk operasional dan tidak ada profit. Sudah dihubungi dari tahun 2024 dan mencari ruko tak ditemukan akhirnya menghubungi via DM,” tegas Ben.
Ben juga menyinggung dampak psikologis dan sosial yang dialami Rully dan keluarga akibat pemberitaan.
“Jadi, pas berita ini viral ya pasti berdampak, tapi kan fakta berbeda dan untuk istri (Boiyen) beliau memang baik-baik aja,” lanjutnya.
Rully menjelaskan soal dana investasi yang masuk ke rekening pribadinya. Ia menyatakan hal itu demi kelancaran operasional perusahaan.
“Sebelumnya ada rekening CV perusahaan di mana komisaris itu saya, kemudian direkturnya beliau saat mengakses itu cukup merepotkan kami di operasional dan dipindahkan sementara ke rekening pribadi saya,” kata Rully.
Ia juga menegaskan dirinya memiliki beberapa rekening dengan fungsi berbeda.







