Banda Aceh – Banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh Tengah pada 26 November 2025 lalu, berdampak besar pada sektor pertanian.
Sebanyak 12.638 hektare kebun kopi dilaporkan rusak.
Kerusakan ini memukul telak ekonomi masyarakat dataran tinggi Gayo.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik serta merengut korban jiwa, tapi juga berdampak pada sektor pertanian,” ujarnya, Ahad (11/1/2026).
Menurut data sementara, lahan perkebunan kopi arabika yang rusak mencapai lebih dari 12 ribu hektare.
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan Aceh Tengah yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Pemerintah daerah terus berupaya melakukan verifikasi data kerusakan, khususnya di sektor pertanian.
Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Data BPBD Aceh Tengah hingga 9 Desember mencatat, sebanyak 234.710 jiwa terdampak bencana di 14 kecamatan dan 295 kampung.
Sebanyak 6.752 jiwa mengungsi yang tersebar di 54 titik.
Bencana tersebut juga menyebabkan 24 orang meninggal dunia, empat orang hilang, serta 4.221 unit rumah mengalami kerusakan.







