Jakarta – Malam pergantian tahun 2026 diwarnai aksi solidaritas untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera. Pesta kembang api ditiadakan di sejumlah tempat dan diganti dengan kegiatan yang lebih bermakna.
Pemprov DKI Jakarta membatalkan pesta kembang api sebagai bentuk empati. Gubernur Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat dan instansi swasta untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan.
Sebagai gantinya, atraksi drone memukau warga di Bundaran HI. Pesawat nirawak itu membentuk visualisasi pesan solidaritas “Jakarta for Sumatra” dan peta Pulau Sumatera di langit Jakarta.
2.000 Personel Amankan Car Free Night
Aparat kepolisian menerjunkan 2.000 personel gabungan untuk mengamankan Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin.
“Personel disiagakan untuk memastikan seluruh aktivitas malam pergantian tahun berjalan lancar dan aman,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komarudin.
TMII Gelar Doa Seribu Lilin
Senada dengan Pemprov DKI, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga meniadakan pesta kembang api. TMII menggelar doa seribu lilin dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana.
“TMII memaknai momen pergantian tahun sebagai ruang refleksi, kebersamaan, dan saling menguatkan,” ujar perwakilan TMII, Ratri.
Meski tanpa kembang api, TMII tetap menyelenggarakan konser musik, festival kuliner, dan pertunjukan air mancur menari.
Donasi Jakarta Capai Rp 3 Miliar
Gubernur Pramono Anung mengumumkan bahwa donasi dari warga Jakarta untuk korban bencana Sumatera mencapai lebih dari Rp 3 miliar hingga menjelang pergantian tahun.
“Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena 10 persen dari tiket masuk Ancol dialokasikan untuk donasi,” jelas Pramono. Dana tersebut akan disalurkan melalui pemerintah dan Badan Zakat Nasional.







