Padang – Pemerintah telah merampungkan pembangunan 10 jembatan darurat (bailey) di tiga provinsi yang terdampak bencana. Fokus utama adalah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI merilis pernyataan pada Sabtu (27/12/2025). Isinya, rincian lokasi jembatan.
Empat jembatan di Aceh, dua di Sumatera Utara, dan empat di Sumatera Barat.
Di Aceh, ada Jembatan Teupin Mane (39 m), Jembatan Teupin Redeup (30 m), Jembatan Jeumpa (18 m), dan Jembatan Matang Bangka (15 m). Semuanya berada di Kabupaten Bireun.
Sumatera Utara meliputi Jembatan Anggoli (33 m) di Tapanuli Tengah dan Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung (26 m) di Deli Serdang.
Sumatera Barat meliputi Jembatan Sikabau (18 m) di Pasaman Barat, Jembatan Padang Mantuang (30 m) di Padang Pariaman, Jembatan Bawah Kubang (21 m) dan Jembatan Supayang (36 m) di Solok.
Jembatan-jembatan ini sudah bisa digunakan masyarakat. Menghubungkan kembali wilayah yang sempat terisolasi.
Pembangunan jembatan bailey menjadi prioritas pemerintah. Terutama setelah banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi tersebut pada akhir November.
Tujuannya adalah memulihkan konektivitas yang sempat terputus.
Data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, bencana melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan.
Kementerian PU, TNI, BNPB, dan pihak terkait terus berkolaborasi. Tujuannya mempercepat pemulihan infrastruktur.







