Berita

Prabowo Subianto Jenguk Korban Insiden Mobil MBG di RSUD Koja

78
×

Prabowo Subianto Jenguk Korban Insiden Mobil MBG di RSUD Koja

Sebarkan artikel ini
8f8cc99e1990c43dd22c724c7d0c3a57.jpg
8f8cc99e1990c43dd22c724c7d0c3a57.jpg

Jakarta Utara – Presiden Prabowo Subianto secara langsung meninjau korban kecelakaan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Koja pada Selasa, 16 Desember 2025. Kunjungan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak insiden yang disebabkan kelalaian operasional tersebut, sekaligus memastikan seluruh biaya perawatan akan ditanggung sepenuhnya. Puluhan orang terluka akibat peristiwa yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Cilincing.

Prabowo tiba sekitar pukul 12.20 WIB, menjenguk tiga pasien yang masih dirawat, terdiri dari seorang guru dan dua siswa. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, melaporkan bahwa kondisi korban stabil.

“Yang satu di ICU sudah bisa berkomunikasi dengan Pak Presiden. Bahkan ingat yang datang siapa,” kata Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, 16 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden sempat menanyakan makanan favorit siswa, yang dijawab suka ayam goreng. Prabowo berjanji akan memberikan ayam kesukaan anak tersebut.

Untuk guru bernama Maryono yang masih dirawat, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya dan berpesan agar tetap sabar menghadapi musibah.

Selain menanggung biaya perawatan, Prabowo juga berpesan agar petugas pengantaran makanan senantiasa dalam keadaan sehat untuk mencegah peristiwa serupa terulang.

Insiden ini sebelumnya dilaporkan oleh Dadan Hindayana kepada Prabowo dalam sidang kabinet paripurna pada Senin, 15 Desember 2025. Dadan menjelaskan bahwa kecelakaan itu melibatkan satu unit mobil pengantaran MBG yang menabrak pagar sekolah hingga masuk ke area lapangan SD Cilincing.

Penyebab kecelakaan adalah sopir pengganti yang bertugas karena pengemudi utama sedang sakit. Sopir pengganti tersebut dihubungi sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjalankan tugas, namun disebut tidak dalam kondisi fisik yang prima saat bertugas.

Akibat peristiwa nahas tersebut, sebanyak 22 orang mengalami cedera. Setelah observasi selama sekitar enam jam pada hari yang sama, sepuluh siswa diperbolehkan pulang. Sementara delapan siswa dan satu guru dirawat di RSUD Koja, serta tiga siswa lainnya menjalani perawatan di RS Cilincing.