Berita

Trump Memuji Ahmed, Pahlawan Penyelamat dalam Tragedi Penembakan Pantai Bondi

97
×

Trump Memuji Ahmed, Pahlawan Penyelamat dalam Tragedi Penembakan Pantai Bondi

Sebarkan artikel ini
c64be65c11325047cd59519c1cef3063.jpg
c64be65c11325047cd59519c1cef3063.jpg

Sydney – Ahmed al-Ahmed, seorang warga sipil asal Suriah, mendadak menjadi sorotan dunia setelah aksi heroiknya melumpuhkan salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Keberanian pria berusia 43 tahun ini dinilai berhasil menyelamatkan banyak nyawa dalam insiden brutal yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 42 lainnya pada Minggu malam.

Al-Ahmed kini dirawat di rumah sakit dengan luka serius setelah tertembak beberapa kali. Aksinya yang terekam dalam sebuah video viral bahkan menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri New South Wales Chris Minns dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Dan di Australia, Anda mungkin telah membaca, ada seorang yang sangat, sangat berani, yang pergi dan menyerang langsung salah satu pelaku penembakan dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Trump. Ia merujuk pada rekaman yang menunjukkan al-Ahmed berlari melintasi tempat parkir menuju seorang pria bersenapan, yang merupakan salah satu pelaku penembakan di festival Yahudi Hanukkah.

Video tersebut memperlihatkan al-Ahmed menangkap tersangka dari belakang, merebut senjata dari tangannya, dan sempat mengarahkannya kembali kepadanya. Trump menambahkan, “Orang yang sangat berani yang saat ini berada di rumah sakit dengan luka yang cukup serius. Jadi, saya sangat menghormati pria yang melakukan itu.”

Chris Minns, Perdana Menteri New South Wales yang wilayahnya meliputi Pantai Bondi, telah mengunjungi Ahmed al-Ahmed di rumah sakit. Minns mengunggah foto dirinya duduk di ujung tempat tidur al-Ahmed saat keduanya berbincang, dengan salah satu lengan al-Ahmed dibalut gips.

“Ahmed adalah pahlawan sejati. Tadi malam, keberaniannya yang luar biasa tanpa diragukan lagi menyelamatkan banyak nyawa ketika ia melucuti senjata seorang teroris dengan risiko pribadi yang sangat besar,” tulis Minns. Ia menambahkan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk menghabiskan waktu bersamanya dan menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat di seluruh NSW.

Ditembak 4-5 Kali

Orang tua al-Ahmed, Mohamed Fateh Al Ahmed dan Malakeh Hasan Al Ahmed, menyatakan bahwa putra mereka “ditembak empat hingga lima kali,” pada Senin, 15 Desember 2025. Beberapa peluru masih bersarang di dalam tubuhnya.

“Dia melihat mereka sekarat, dan orang-orang kehilangan nyawa mereka, dan ketika orang itu (penembak) kehabisan amunisi, dia (Ahmed) mengambilnya darinya, tetapi dia terkena tembakan,” kata Malakeh Hasan Al Ahmed.

Polisi Australia mengidentifikasi dua penembak tak dikenal, seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, sebagai pelaku serangan di sepanjang Pantai Bondi pada Ahad malam. Serangan tersebut menewaskan 15 orang dan melukai 42 lainnya yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Salah satu dari dua penembak dilaporkan tewas, sementara yang lainnya mengalami luka kritis. Polisi menyatakan insiden tersebut sebagai “tindakan teroris.”

Ahmed al-Ahmed, yang berprofesi sebagai penjual buah, adalah warga negara Australia yang pindah dari Suriah pada tahun 2006. Ia lahir di desa al-Nayrab, provinsi Idlib, di barat laut Suriah. Ahmed adalah ayah dari dua anak perempuan, berusia tiga dan enam tahun, serta telah terpisah dari orang tuanya selama 19 tahun.

Menurut orang tuanya, Ahmed “akan melakukan apa saja untuk melindungi siapa pun, tanpa memandang latar belakang atau keyakinan mereka.”

“Ketika ia melakukan apa yang dilakukannya, ia tidak memikirkan latar belakang orang-orang yang diselamatkannya, orang-orang yang sekarat di jalanan,” kata ayah Ahmed. Tindakannya telah memenangkan hati banyak orang di seluruh dunia, dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebutnya sebagai “pahlawan.”

Orang tuanya memuji Ahmed sebagai pahlawan, mengatakan bahwa ia “tidak membeda-bedakan antara satu kewarganegaraan dengan kewarganegaraan lainnya. Terutama di sini di Australia, tidak ada perbedaan antara satu warga negara dengan warga negara lainnya.”

Ahmed dan seorang temannya sedang minum kopi di pantai pada Ahad malam ketika mereka mendengar suara tembakan. Tak lama kemudian, sebuah video kejadian tersebut muncul, menunjukkan Ahmed mendekati salah satu penembak dari belakang, menerkamnya, dan merebut senapannya. Rekaman video kejadian tersebut telah viral dengan jutaan penonton.

Sepupunya, Hozay Alkanj, mengatakan bahwa operasi pertama Ahmed berhasil, namun ia kemungkinan akan menjalani dua atau tiga operasi lagi, tergantung pada situasinya. Penggalangan dana daring yang dibuat atas namanya telah mengumpulkan lebih dari $1 juta dalam bentuk donasi. Polisi mengakui bahwa intervensi warga sipil membantu mencegah korban jiwa lebih lanjut. Ahmed masih dirawat di rumah sakit sementara penyelidikan atas serangan itu terus berlanjut.