Sydney – Australia mengibarkan bendera setengah tiang pada Senin (15/12/2025) sebagai tanda berkabung nasional menyusul insiden penembakan brutal di Pantai Bondi yang menewaskan 16 orang dan melukai 40 lainnya. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut serangan di salah satu ikon wisata negara itu sebagai “insiden yang mengejutkan dan menyedihkan”.
Penembakan massal tersebut terjadi pada Minggu (14/12/2025) di Pantai Bondi, Sydney, sebuah kawasan yang kerap dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara terutama saat akhir pekan. Tragedi ini menyita perhatian para pemimpin dunia dan menyisakan duka mendalam serta amarah publik.
Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Kemenlu RI juga menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga dan sahabat para korban, serta mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka.
Pemerintah Indonesia turut menyatakan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa sulit ini. Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Sydney mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di wilayah New South Wales untuk tetap waspada, menghindari lokasi kejadian, dan mengikuti arahan otoritas Australia.
Kemenlu RI dan KJRI Sydney terus memantau serius peristiwa ini dan berkoordinasi erat dengan otoritas setempat untuk perkembangan situasi.
Sementara itu, Kepolisian New South Wales (NSW) mengidentifikasi terduga pelaku penembakan sebagai ayah dan anak. Kedua pria tersebut masing-masing berusia 50 tahun dan 24 tahun.
Komisaris Kepolisian NSW Mel Lanyon menjelaskan, pria berusia 50 tahun telah meninggal dunia, sementara pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit. Investigasi polisi mengindikasikan hanya dua orang yang terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut.
Albanese menegaskan, pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri merupakan bentuk penghormatan kepada semua korban jiwa dan luka-luka. Ini menandai berkabung nasional atas tragedi yang mengguncang Australia.







