Karanganyar – Dua peserta ajang lari trail Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 meninggal dunia saat berlomba di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.
Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (8/12).
Kedua pelari yang meninggal adalah Pujo Buntoro (55) dan Sigit Joko Poernomo (45).
Pujo Buntoro merupakan ASN di Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo. Sementara Sigit Joko Poernomo adalah Kepala Biro Umum dan Hukum di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Dewan Pembina Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tony Harmoko, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua peserta.
Kronologi kejadian bermula saat Sigit Joko Poernomo mengalami kram kaki di kilometer 9. Setelah mendapat perawatan medis, ia melanjutkan lomba.
Namun, tak lama kemudian, Sigit mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.
Sementara itu, Pujo Buntoro yang mengikuti kategori fun run 15 kilometer, mengalami kelelahan di kilometer 7 karena jalur menanjak.
Setelah mendapat semangat dari istri dan bantuan medis, Pujo pingsan di kilometer 8 dan menghembuskan nafas terakhir.
Ketua Siksorogo, Brilianto, mengungkapkan bahwa Sigit hadir dalam acara tersebut untuk memantau sekaligus mengikuti event lari.
Panitia Siksorogo Lawu Ultra 2025 menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden ini. Evaluasi meliputi rute lomba dan tim medis.
Direktur Acara Siksorogo, Rachmat Septiyanto, mengatakan pihaknya akan menambah tim evakuasi dan menyebarkannya di lebih banyak titik.
Tahun ini, ajang lari Siksorogo Lawu Ultra diikuti oleh 5.700 peserta dari dalam dan luar negeri.
Panitia menegaskan bahwa seluruh peserta wajib memiliki surat sehat dan surat pelepasan tanggung jawab. Pengecekan kesehatan juga dilakukan sebelum lomba.







