Berita

BNN Bekuk Buron Interpol di Kamboja, Ungkap Identitas Paryatin

93
×

BNN Bekuk Buron Interpol di Kamboja, Ungkap Identitas Paryatin

Sebarkan artikel ini
bukan-dewi-astutik,-bnn-bongkar-identitas-asli-buronan-interpol!-namanya-ternyata-paryatin
bukan dewi astutik, bnn bongkar identitas asli buronan interpol! namanya ternyata paryatin

Phnom Penh – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap identitas asli buronan Interpol Dewi Astutik alias PA yang ditangkap di Kamboja. Wanita tersebut ternyata bernama Paryatin.

Kepala BNN, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa Paryatin menggunakan beberapa nama alias, termasuk Dewi Astutik, Kak Jinda, dan Dinda.

“Nama Paryatin alias Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda,” ujar Suyudi, Rabu (3/12/2025).

Suyudi menjelaskan, Paryatin merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional yang beroperasi lintas negara, meliputi Kamboja, Nigeria, dan Brasil.

Meski demikian, BNN belum dapat memastikan apakah Paryatin memiliki keterkaitan dengan gembong narkoba Fredy Pratama.

Dewi Astutik alias PA berhasil ditangkap BNN di Kamboja pada Senin (1/12/2025) setelah menjadi buronan internasional yang dicari oleh Interpol dan Korea Selatan.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim BNN yang telah merencanakan serangkaian langkah taktis sejak lama.

“BNN menerima informasi intelijen mengenai keberadaan target di wilayah Phnom Penh, Kamboja,” kata Suyudi.

Informasi tersebut diterima pada 17 November 2025, dan tim BNN segera melakukan penyelidikan mendalam.

Pada 25 November 2025, tim khusus BNN diterjunkan ke Kamboja untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Di Kamboja, tim gabungan BNN bekerja sama dengan otoritas setempat, termasuk KBRI Phnom Penh, BAIS TNI, dan perwakilan Polri.

Dewi Astutik berhasil dilacak di sebuah hotel di Sihanoukville pada 1 Desember 2025.

“Pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 13.39 waktu setempat, Dewi Astutik terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih di area lobi sebuah hotel,” jelasnya.

Tim gabungan langsung bergerak cepat dan melakukan penangkapan di lokasi. Saat penangkapan, Dewi Astutik tidak sendiri, melainkan bersama seorang pria yang diduga sebagai rekannya.

“Tim gabungan langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi, termasuk pemeriksaan fisik untuk memastikan bahwa yang disergap adalah Dewi Astutik,” pungkasnya.