Berita

Erupsi Semeru: Tiga Desa di Lumajang Dilanda Awan Panas dan Abu Vulkanik

266
×

Erupsi Semeru: Tiga Desa di Lumajang Dilanda Awan Panas dan Abu Vulkanik

Sebarkan artikel ini
80767cd32fdd8462e4607bb3a2baf6fe.jpg
80767cd32fdd8462e4607bb3a2baf6fe.jpg

Lumajang – Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pada Rabu, 19 November 2025, menyebabkan statusnya naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV) pada pukul 17.00 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tiga desa di Kabupaten Lumajang terdampak dan setidaknya 300 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyatakan kenaikan status ini telah dipantau oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB. Suharyanto telah memerintahkan jajarannya untuk merespons cepat perkembangan situasi dan dampak erupsi, khususnya mengenai korban, kerusakan, dan pengungsian.

“Terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak di Kabupaten Lumajang,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulisnya. Desa-desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mengevakuasi warga ke tempat pengungsian. Data sementara menunjukkan sebanyak 300 warga mengungsi di dua lokasi: Balai Desa Oro-oro Ombo menampung sekitar 200 jiwa, dan SD 2 Supiturang menampung 100 jiwa. Selain itu, sejumlah warga juga dievakuasi menuju Balai Desa Penanggal, namun pihak BPBD masih melakukan pendataan di lapangan.

Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, erupsi pada Rabu siang sekitar pukul 14.13 WIB. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jarak luncur awan panas saat erupsi kurang dari 13 kilometer.

Dengan kenaikan status menjadi Awas, otoritas kegunungapian PVMBG merekomendasikan beberapa langkah penting. Pertama, masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena dampak awan panas dan aliran lahar.

Kedua, PVMBG meminta warga tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu. Ketiga, PVMBG mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil anak sungai dari Besuk Kobokan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025, menyikapi kenaikan status Gunung Semeru.