Berita

Indonesia-Prancis Kembangkan Teknologi Pertahanan, Transfer Manufaktur Digencarkan

86
×

Indonesia-Prancis Kembangkan Teknologi Pertahanan, Transfer Manufaktur Digencarkan

Sebarkan artikel ini
kemhan-cerita-ri-dapat-teknologi-munisi-kaliber-pesawat-dari-prancis
kemhan cerita ri dapat teknologi munisi kaliber pesawat dari prancis

Jakarta – Indonesia terus memperkuat kemandirian industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan senjata asal Prancis, KNDS. Transfer teknologi dan manufaktur menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini.

Kepala Badan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Mayjen TNI Djoko Purwanto, mengungkapkan perkembangan positif ini dalam Defence Technology Forum 2025.

Menurut Djoko, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis.

“Saya lihat KNDS mempunyai niat baik untuk mengembangkan teknologi di Indonesia,” ujar Djoko di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (19/11).

PT Pindad menjadi salah satu industri pertahanan yang telah merasakan manfaat dari kerja sama ini.

Perusahaan tersebut menerima transfer teknologi dalam produksi munisi, termasuk munisi kaliber pesawat.

Djoko menambahkan, KNDS tidak hanya fokus pada pengadaan alutsista, tetapi juga transfer teknologi dan manufaktur.

Chief Representative KNDS Indonesia, Thomas Gerard, menegaskan komitmen perusahaannya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.

“Kami ingin mempercepat dan memperkuat partnership ini dengan mengembangkan kooperasi industri yang lebih strategis,” kata Gerard.

Kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia sebelumnya telah menghasilkan Letter of Intent (LoI) strategis terkait pengadaan sistem artileri dan amunisi kaliber besar.

KNDS menyatakan kesiapannya untuk menghubungkan sistem artileri ini ke Indonesia, serta perusahaan amunisi berkaliber besar.

Langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mencapai kemandirian industri pertahanan.