Berita

Eks PM Bangladesh Dihukum Mati, Jembatan Ambruk Guncang Peringkat Dunia

75
×

Eks PM Bangladesh Dihukum Mati, Jembatan Ambruk Guncang Peringkat Dunia

Sebarkan artikel ini
24f854a17bbdc383c7344998fede94b1.jpg
24f854a17bbdc383c7344998fede94b1.jpg

Dhaka – Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan di Dhaka pada Senin, 17 November 2025. Hasina dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama demonstrasi massal oleh gerakan mahasiswa tahun lalu.

Putusan ini dibacakan secara in absentia karena Hasina hingga kini masih berada di India. Ia melarikan diri ke negara tersebut setelah pemerintahannya ditumbangkan oleh gerakan mahasiswa. Pengadilan Kejahatan Internasional yang berpusat di Dhaka menyatakan Hasina sebagai komandan tertinggi dari semua kekejaman yang terjadi.

“Semua syarat sebagai kasus kejahatan terhadap kemanusiaan terbukti,” demikian disampaikan pengadilan dalam putusannya. Putusan setebal 453 halaman tersebut dibacakan oleh tiga anggota majelis hakim, dipimpin oleh Hakim Md Golam Mortuza Mozumder.

Mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal juga termasuk di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati. Hasina dan para pembantunya memiliki waktu 30 hari ke depan untuk mengajukan banding ke mahkamah agung secara langsung.

St. Louis – Sebuah pesawat United Airlines dengan tujuan Chicago terpaksa melakukan pendaratan darurat di St. Louis, Minggu, 16 November 2025. Pendaratan mendadak ini terjadi setelah seorang penumpang mengklaim istrinya membawa bom di dalam kopernya.

Penerbangan United Airlines 380, yang berangkat dari Dallas menuju Bandara Internasional O’Hare Chicago, mendarat di Bandara Internasional St. Louis Lambert sekitar pukul 08:39 waktu setempat. Pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat menyusul ancaman bom tersebut.

Pria yang membuat klaim tersebut telah ditangkap oleh pihak berwenang. Penegak hukum segera menggeledah pesawat dengan menerjunkan anjing pelacak. Setelah pemeriksaan menyeluruh dan dipastikan aman, pesawat tersebut diizinkan melanjutkan perjalanannya menuju Chicago.

Lualaba – Setidaknya 32 orang tewas akibat runtuhnya sebuah jembatan yang penuh sesak di tambang tembaga di Republik Demokratik Kongo pada Sabtu. Kecelakaan ini terjadi di tambang Kalando di Mulondo, Provinsi Lualaba.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Roy Kaumba Mayonde mengaitkan insiden tragis ini dengan penyeberangan yang tergesa-gesa oleh para penggali. Jembatan darurat itu ambruk ke dalam parit yang banjir, menimbun puluhan orang.

Meskipun ada larangan ketat untuk memasuki lokasi tambang karena hujan lebat dan risiko tanah longsor, para penggali ilegal tetap memasuki area secara paksa. Penyelidikan telah diluncurkan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Laporan media lokal sebelumnya menyebutkan bahwa sebanyak 70 orang tewas dalam insiden ini. Sebuah video yang beredar daring menunjukkan sebagian besar tambang runtuh, menyebabkan orang-orang di lokasi berhamburan dalam kepanikan. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut untuk mencari pekerja yang terjebak di bawah reruntuhan.