Jakarta – SPBU Vivo segera mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina Patra Niaga. Kesepakatan pembelian 100 ribu barel BBM antara kedua perusahaan hampir final.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan negosiasi sudah memasuki tahap akhir.
“Sedang bernegosiasi dengan badan usaha Patra Niaga dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa Vivo sudah mendekati (kesepakatan),” ujar Laode, akhir pekan lalu.
Laode menambahkan, volume BBM yang diajukan Vivo sesuai dengan kebutuhan awal, yaitu sekitar 100 ribu barel.
Sebelumnya, SPBU Vivo mengalami kelangkaan BBM, mengikuti jejak SPBU Shell yang lebih dulu mengalami masalah serupa sejak pertengahan Agustus.
Namun, pasokan BBM jenis diesel seperti Diesel Primus Plus tetap tersedia di seluruh SPBU Vivo.
Sementara itu, negosiasi dengan Shell masih terus berjalan. Laode berencana bertemu dengan pihak Shell untuk membahas lebih lanjut mengenai kesepakatan BBM.
Sebagai informasi, pada awal Januari 2023, SPBU Vivo sempat menurunkan harga BBM. Di Bandung, antrean kendaraan terlihat di SPBU Vivo Pasteur setelah pengumuman penurunan harga tersebut.







