Berita

IOC Batalkan Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Akibat Visa Israel

99
×

IOC Batalkan Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Akibat Visa Israel

Sebarkan artikel ini
3f425ef55ae72c7a38e13d19979a7980.jpg
3f425ef55ae72c7a38e13d19979a7980.jpg

Fenesia – Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi menghentikan seluruh dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) terkait penyelenggaraan Olimpiade, Youth Olympic Games, serta konferensi olahraga di masa depan. Keputusan ini berlaku hingga Pemerintah Indonesia memberikan jaminan kepada IOC bahwa semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan, dapat memperoleh izin hadir di ajang olahraga internasional.

Langkah tegas ini diambil menyusul penolakan Pemerintah Indonesia terhadap kehadiran sejumlah atlet Israel yang seharusnya tampil pada Kejuaraan Senam Artistik di Jakarta, 19–25 Oktober 2025. IOC menegaskan pentingnya akses bebas dan tanpa hambatan bagi semua peserta kompetisi internasional.

Selain menghentikan dialog, IOC juga merekomendasikan kepada seluruh federasi internasional agar tidak menyelenggarakan acara atau pertemuan olahraga internasional di Indonesia. Rekomendasi ini akan berlaku sampai Pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai mengenai akses bagi semua peserta dari negara mana pun.

IOC juga meminta Indonesia untuk mengadaptasi prinsip kualifikasi Olimpiade. Federasi internasional didesak untuk memasukkan jaminan akses ke negara masing-masing bagi semua atlet dalam perjanjian tuan rumah untuk setiap kompetisi kualifikasi Olimpiade di seluruh dunia.

“Meminta NOC Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk datang ke markas IOC di Lausanne guna membahas situasi yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53,” demikian pernyataan IOC pada Rabu (22/10/2025).

Komite tersebut menekankan bahwa keputusan yang dijatuhkan terhadap Indonesia menjadi pengingat bagi semua pemangku kepentingan Gerakan Olimpiade tentang pentingnya akses bebas dan tanpa hambatan ke negara masing-masing bagi semua peserta untuk menghadiri kompetisi internasional tanpa batasan.

Pertemuan jarak jauh telah digelar IOC pekan ini untuk membahas situasi khusus ini dan isu global terkait akses atlet ke kompetisi internasional. Hal ini untuk menyoroti prinsip IOC bahwa semua atlet, tim, dan ofisial olahraga yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi dalam kompetisi dan acara olahraga internasional tanpa diskriminasi.

Prinsip tersebut sejalan dengan Piagam Olimpiade dan dasar-dasar non-diskriminasi, otonomi, serta netralitas politik yang mengatur Gerakan Olimpiade. IOC berharap keputusan ini dapat mencegah penolakan terhadap atlet Israel terulang di kemudian hari.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa bagi atlet senam asal Israel yang dijadwalkan bertanding di Jakarta.

“Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang berniat untuk hadir di Jakarta mengikuti kejuaraan senam artistik dunia yang akan diselenggarakan pada tanggal 19–25 Oktober yang akan datang,” kata Yusril pada Kamis (9/10/2025).

Menurut Yusril, keputusan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dalam pidatonya di PBB menegaskan Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum mengakui kemerdekaan Palestina. Kebijakan ini juga mencerminkan aspirasi publik, dengan adanya penolakan luas dari organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan partai politik terhadap rencana kehadiran atlet Israel di Jakarta.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…