Berita

Realisasikan Gerakan Zero Waste, Unisba Gandeng ABS Bandung

101
×

Realisasikan Gerakan Zero Waste, Unisba Gandeng ABS Bandung

Sebarkan artikel ini
realisasikan-gerakan-zero-waste,-unisba-gandeng-abs-bandung
realisasikan gerakan zero waste, unisba gandeng abs bandung

Bandung – Santri Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung kini didorong untuk menerapkan gaya hidup zero waste atau tanpa sampah. Universitas Islam Bandung (Unisba) menggagas program pemberdayaan untuk mewujudkan pesantren ramah lingkungan.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa Unisba. Tujuannya adalah memperkuat identitas ABS Bandung sebagai Green Pesantren.

Ketua Tim PKM, Mohamad Subur Drajat, menyatakan program ini bertujuan memberdayakan santri dalam membangun kebiasaan hidup tanpa sampah.

“Kerja sama ini diharapkan bisa berlanjut dan bermanfaat sebagai bagian dari penguatan identitas Green Pesantren di ABS Bandung,” kata Subur saat serah terima aset pengelolaan sampah organik di ABS Bandung, Senin (13/10/2025).

Pimpinan ABS Bandung, Ustaz Dede Kurniawan, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, ABS selama ini telah berupaya menerapkan nilai-nilai green school.

Program PkM ini meliputi serangkaian kegiatan, mulai dari Focus Group Discussion (FGD) hingga pelatihan dan praktik pengomposan.

FGD menghasilkan komitmen untuk mengaktifkan kembali Tim Eco Rangers Santri sebagai penggerak perilaku ramah lingkungan.

Pelatihan Pembiasaan Zero Waste membekali santri dengan keterampilan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Wakil pimpinan pesantren, Teguh Mulyadi, mengungkapkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran santri dalam memilah sampah.

“Dari hasil program PKM ini, dalam sebulan terakhir ini sampah organik sisa makanan santri sudah menurun drastis,” jelasnya.

Selain itu, santri juga dilatih praktik pengomposan dan produksi konten digital kampanye zero waste.

Tim PKM Unisba berharap program ini dapat menjadi model penerapan nilai-nilai Islam dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Salah satu tim PKM, Dede Lilis Chaerowati, menambahkan bahwa gerakan ini bukan sekadar praktik pengelolaan sampah, tetapi juga bentuk dakwah ekologis.

“Santri belajar bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.