Surabaya – Tim DVI Polda Jawa Timur terus berpacu dengan waktu untuk mengungkap identitas 11 kantong jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo.

Dari total 67 kantong jenazah yang diterima, 53 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

Namun, 11 kantong jenazah masih menyimpan teka-teki.

Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes M Khusnan mengungkapkan, 11 kantong tersebut berisi potongan tubuh.

“Dari 11 kantong itu ada body part di dalamnya, tapi jumlah pastinya kami belum tahu karena masih menunggu hasil DNA,” jelas Khusnan, Senin (13/10).

Untuk mempercepat proses identifikasi, seluruh sampel DNA telah dikirim ke laboratorium DNA Polri di Cipinang, Jakarta.

Polisi juga melakukan rekonsiliasi data ante mortem (data korban sebelum meninggal) dan post mortem (data setelah meninggal).

“Kami sudah kirim semua sampel DNA ke Jakarta dan juga melakukan rekonsiliasi ante mortem dan post mortem,” imbuh Khusnan.

Kabid DVI Dokkes Kombes Wahyu Hidajati menambahkan, timnya masih menemukan potongan tubuh di antara 11 kantong jenazah yang tersisa.

“Ada beberapa body part yang masih ada. Kesulitannya karena posisinya tidak lengkap dan tidak ada tanda-tanda khusus, jadi kami hanya bisa bergantung pada DNA,” kata Wahyu.

Wahyu mencontohkan, ada potongan tubuh yang baru teridentifikasi dua hari setelah bagian tubuh utama diidentifikasi, karena hasil DNA baru keluar kemudian.

Pihak kepolisian berharap hasil pemeriksaan DNA dari Jakarta segera keluar agar seluruh jenazah korban dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga.

Sebelumnya, Tim DVI Biddokkes Polda Jatim berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban pada Minggu (12/10) malam.

Berikut daftar nama 53 korban yang telah teridentifikasi:

* Maulana Alfan Ibrahimavic (15) – Surabaya
* Muhammad Soleh (22) – Bangka Belitung
* Muhammad Mashudulhaq (14) – Surabaya
* Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) – Surabaya
* M. Agus Ubaidillah (14) – Surabaya
* Firman Noor (16) – Surabaya
* M. Azka Ibadurrahman (13) – Surabaya
* Daul Milal (15) – Surabaya
* Nurudin (13) – Bangkalan
* Ahmad Rijalul Haq (16) – Surabaya
* Moh. Royhan Mustofa (17) – Bangkalan
* Abdul Fattah (18) – Sampang
* Wasiur Rohib (17) – Surabaya
* Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) – Bekasi
* Moh. Dafin (13) – Semarang
* M. Ali Rahbini (19) – Sampang
* Sulaiman Hadi (15) – Bangkalan
* Mohammad Anas Fahmi (15) – Bangkalan
* Muhammad Reza Syfai Akbar (14) – Surabaya
* Afifuddin Zarkasi (13) – Surabaya
* Moh. Rizki Maulana Saputra (16) – Sidoarjo
* Moh. Ubaidillah (17) – Bangkalan
* Virgiawan Narendra Sugiarto (16) – Lamongan
* Moch. Ali Sirojuddin (13) – Surabaya
* Muhammad Azam Habibi (14) – Surabaya
* M. Maulidy Hasany Kamil (16) – Bangkalan
* Ach. Fathoni Abil Falaf (17) – Bangkalan
* M. Azam Alby Alfa Himam (17) – Bangkalan
* Khoirul Mutaqin (18) – Kediri
* Farhan (17) – Surabaya
* Syafiuddin (15) – Sampang
* Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) – Gresik
* Muhammad Ubay Dillah (15) – Kubu Raya, Kalimantan Barat
* Achmad Alby Fahri (13) – Surabaya
* Abdus Somad (17)

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *