Berita

Kapal Flotilla Global Lolos dari Israel, Lanjutkan Pelayaran ke Gaza

92
×

Kapal Flotilla Global Lolos dari Israel, Lanjutkan Pelayaran ke Gaza

Sebarkan artikel ini
c2d12ed50bc3c4bf22f3bba480a048d6.jpg
c2d12ed50bc3c4bf22f3bba480a048d6.jpg

Fenesia – Satu-satunya kapal yang tersisa dari armada Global Sumud Flotilla berhasil lolos dari sergapan Israel dan melanjutkan pelayaran menuju Gaza pada Jumat (3/10/2025). Kapal bernama Marinette ini merupakan satu-satunya yang tersisa setelah Israel mencegat puluhan kapal lain.

Menurut pernyataan armada GSF, sebanyak 42 kapal mereka dicegat secara ilegal pada Kamis (2/10/2025). Para penumpang kapal-kapal tersebut diculik secara melawan hukum.

Kini, kapal Marinette menjadi harapan terakhir untuk menembus blokade Israel di Gaza. Informasi ini diperoleh dari pelacak resmi armada.

“Dunia telah melihat apa yang terjadi ketika warga sipil menantang pengepungan. Namun Marinette tetap berlayar,” tulis armada GSF melalui akun Instagram mereka.

GSF menambahkan, kapal itu mengetahui nasib saudara-saudarinya di laut dan apa yang menanti di depan. Namun, Marinette menolak untuk berbalik arah.

Armada GSF sendiri berangkat bulan lalu dengan membawa puluhan kapal berisi politisi dan aktivis. Salah satu aktivis yang ikut serta adalah aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg.

Tujuan mereka adalah Gaza, wilayah Palestina yang tengah dilanda kengerian dan kelaparan akibat serbuan dan blokade Israel.

Israel mulai melakukan pencegatan terhadap armada GSF sejak Rabu (1/10/2025). Seorang pejabat Israel pada Kamis mengatakan, kapal-kapal dengan lebih dari 400 orang di dalamnya telah dicegah masuk ke wilayah pesisir tersebut.

Pencegatan terhadap armada GSF memicu gelombang demonstrasi di berbagai negara. Pada Kamis (2/10/2025), sekitar 15.000 orang turun ke jalan di Barcelona, Spanyol, kota tempat armada memulai pelayaran.

Massa di Barcelona meneriakkan “Gaza, kamu tidak sendiri”, “Boikot Israel”, dan “Palestina Merdeka”. Ratusan orang juga berkumpul di depan parlemen Irlandia di Dublin. Miriam McNally, warga Irlandia yang putrinya ikut berlayar, mengaku sangat cemas.

Aksi solidaritas serupa dilaporkan berlangsung di Paris, Perancis; Berlin, Jerman; Den Haag, Belanda; Tunis, Tunisia; Brasilia, Brasil; dan Buenos Aires, Argentina.

Sementara itu, otoritas pertahanan sipil dan rumah sakit di Gaza melaporkan serangan udara Israel pada Kamis menewaskan sedikitnya 52 orang. Korban termasuk seorang staf organisasi medis asal Perancis, Doctors Without Borders.

Perang yang hampir dua tahun berlangsung ini bermula dari serangan kelompok Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Menurut data resmi Israel, serangan itu menewaskan 1.219 orang, sebagian besar warga sipil.

Sebagai balasan, kampanye militer Israel telah menewaskan 66.225 warga Palestina di Gaza, mayoritas warga sipil, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.