Berita

Ponpes Sidoarjo Ambruk: Kronologi dan Dampak Runtuhnya Bangunan Terhadap Santri

163
×

Ponpes Sidoarjo Ambruk: Kronologi dan Dampak Runtuhnya Bangunan Terhadap Santri

Sebarkan artikel ini
d0a18e96b267da0c72d8c7801b1a1399.jpg
d0a18e96b267da0c72d8c7801b1a1399.jpg

Sidoarjo, Jawa Timur – Bangunan lantai tiga Pondok Pesantren Putra Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin sore, 29 September 2025, menimpa ratusan santri. Insiden ini menyebabkan satu santri tewas dan 84 orang lainnya luka-luka. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi masih berlangsung untuk mencari korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.

Peristiwa nahas itu terjadi saat para santri tengah melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dua bangunan tersebut, yang difungsikan sebagai musala. Menurut pengasuh pesantren, Abdul Salam Mujib, bangunan yang ambruk memang masih dalam tahap renovasi.

Proses renovasi asrama santri putra tersebut telah berlangsung selama hampir sembilan bulan. Bangunan ini direncanakan memiliki tiga lantai dengan atap yang menggunakan cor semen, bukan genteng.

Mujib menjelaskan bahwa pengecoran atap lantai tiga baru saja selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari di tanggal kejadian. “Setahu saya, pengecoran terakhir dilakukan tadi pagi sampai siang hari,” ujarnya kepada awak media di Sidoarjo.

Sekitar pukul 15.00 WIB, atap yang baru dicor tersebut tiba-tiba ambruk. Runtuhan material menimpa ratusan santri yang sedang salat di lantai dua, menyebabkan mereka terjebak di dalam musala.

Hingga Selasa pagi, tim evakuasi masih berupaya mengevakuasi korban. Data sementara mencatat 84 santri mengalami luka-luka dan satu santri meninggal dunia. Puluhan korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Siti Hajar, RSUD Notopuro Sidoarjo, dan RS Delta Surya untuk mendapatkan penanganan medis.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo telah mendirikan posko gabungan di lokasi kejadian. Posko ini bertujuan untuk mendata korban dan keluarga korban secara akurat.

Pihak Kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti runtuhnya bangunan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa Kepolisian akan segera menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Atas musibah ini, Abdul Salam Mujib menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua santri. Ia menyebut insiden ini sebagai takdir yang tak terelakkan dan berharap semua pihak bisa bersabar. Kegiatan di Pondok Pesantren Putra Al Khoziny dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.