Ecozone

Menkeu Tanggapi Kenaikan Bunga Deposito Valas Himbara Empat Persen

113
×

Menkeu Tanggapi Kenaikan Bunga Deposito Valas Himbara Empat Persen

Sebarkan artikel ini
94d8d5ae040cb73eb7d02a75ded37ca2.jpg
94d8d5ae040cb73eb7d02a75ded37ca2.jpg

Jakarta – Bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serentak menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4 persen per tahun. Namun, kebijakan ini ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bukanlah instruksi dari dirinya.

Purbaya membantah keras tudingan bahwa ia memerintahkan bank untuk mengambil langkah tersebut. “Orang menuduh saya, ‘itu kebijakan Menteri Keuangan mendikte perbankan untuk naikin bunga deposito dolar ke 4 persen’. Enggak ada kebijakan seperti itu. Saya enggak pernah nyuruh Danantara atau bank untuk naikin bunga deposito seperti itu,” kata Purbaya, dikutip Minggu, 28 September 2025.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengakui bahwa pemerintah memang sempat menyiapkan strategi untuk menarik dolar milik warga Indonesia yang disimpan di luar negeri. Rencana tersebut sempat diungkap Purbaya setelah menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada pekan lalu.

Namun, Purbaya menekankan bahwa rencana itu masih dalam tahap diskusi. Pemerintah masih mempertimbangkan dampak dan risikonya secara matang. “Sepertinya pada waktu Presiden memerintahkan timnya untuk menghitung risiko yang sebelumnya, tidak hitung, jadi itu belum selesai,” jelasnya.

Purbaya, yang merupakan pengganti Sri Mulyani Indrawati, menyebut dirinya sebagai pribadi yang pro pasar (pro market). Ia mendorong bunga rendah bukan dengan memaksa menurunkan bunga, tetapi dengan menambah suplai uang sehingga mekanisme pasar dapat berjalan. Kebijakannya lebih condong untuk menggerakkan pasar agar lebih efisien, “bukan mendikte.”

Sebelumnya, sejumlah bank BUMN telah mengumumkan kenaikan bunga deposito valas di laman resminya masing-masing. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, misalnya, secara resmi menaikkan suku bunga deposito dolar AS (US$) menjadi 4 persen pada Rabu, 24 September 2025.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan, kenaikan suku bunga ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri. Selain BNI, bank lain yang juga mengumumkan kenaikan bunga deposito valas antara lain BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI.