Berita

MBG Diduga Picu Keracunan Massal, Pemerintah Investigasi Dapur Cipongkor

98
×

MBG Diduga Picu Keracunan Massal, Pemerintah Investigasi Dapur Cipongkor

Sebarkan artikel ini
bandung-barat-darurat-keracunan-akibat-mbg,-cipongkor-terbanyak
bandung barat darurat keracunan akibat mbg, cipongkor terbanyak

Bandung Barat – Ratusan siswa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat peristiwa ini.

Kecamatan Cipongkor menjadi wilayah dengan kasus keracunan terbanyak. Kejadian pertama dilaporkan pada Senin (22/9), dengan 70 siswa dari berbagai tingkatan sekolah (SD, SMP, SMA) mengalami gejala keracunan massal.

Gejala yang dialami siswa meliputi mual, muntah, pusing, hingga sesak napas. Sebagian korban dirawat di Puskesmas Cipongkor, sementara yang lain dirujuk ke RSUD Cililin.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebutkan total korban keracunan mencapai 369 siswa. Sebanyak 257 orang dilaporkan telah membaik dan diperbolehkan pulang.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyatakan status KLB ditetapkan agar penanganan keracunan dapat dilakukan lebih cepat dan menyeluruh. Pemerintah daerah juga tengah menginvestigasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan untuk program MBG.

“Kita sudah menetapkan statusnya KLB, Kejadian Luar Biasa, supaya penanganannya lebih cepat dan lebih menyeluruh,” kata Jeje, Selasa (23/9).

Sebagai langkah antisipasi, dapur SPPG di Kecamatan Cipongkor ditutup sementara selama proses investigasi. Pemerintah daerah juga akan mengevaluasi 85 dapur lain di kecamatan tersebut yang belum memiliki sertifikasi.

Sehari setelah penetapan status KLB, puluhan pelajar di Cipongkor kembali menjadi