Berita

Sugiono: Prabowo Usul Trump Pimpin Upaya Damai Gaza

93
×

Sugiono: Prabowo Usul Trump Pimpin Upaya Damai Gaza

Sebarkan artikel ini
e52b3f6b17533235a7fadfdd3831f553.jpg
e52b3f6b17533235a7fadfdd3831f553.jpg

New York – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, bersama para pemimpin negara-negara Arab, diklaim mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih kepemimpinan dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan multilateral yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

Pertemuan tersebut melibatkan pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Qatar, Mesir, Yordania, dan Pakistan. Mereka secara kolektif meminta keterlibatan Amerika Serikat untuk mencapai gencatan senjata, perdamaian, dan solusi dua negara bagi Palestina.

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam sesi pengarahan media di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada Selasa, menjelaskan bahwa pertemuan itu juga bertujuan memberikan gambaran situasi sebenarnya di kawasan kepada Presiden Trump, termasuk suasana yang dirasakan oleh beberapa negara Arab yang bertetangga dengan Palestina.

Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan kesediaan Indonesia untuk berkontribusi dalam setiap proses menuju perdamaian di Gaza. Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian sebanyak 20.000 personel jika dibutuhkan dan mendapatkan mandat dari Dewan Keamanan PBB.

Menlu Sugiono mengutip pernyataan Prabowo, menegaskan bahwa kesiapan pasukan penjaga perdamaian ini tidak hanya untuk Gaza dan Palestina, tetapi juga dapat bertugas di seluruh dunia.

Meskipun pertemuan tersebut dijadwalkan mendadak, Menlu Sugiono menyatakan bahwa diskusi berlangsung sangat produktif. Presiden Trump menyambut positif inisiatif ini dan menilai ada langkah maju yang signifikan dalam upaya menyelesaikan konflik di Timur Tengah serta mencapai gencatan senjata di Gaza.

“Saya kira Presiden Trump menanggapinya secara positif karena seperti kita ketahui juga yang terjadi ini adalah bencana kemanusiaan sebenarnya,” ujar Sugiono.