BeritaPolitik

KPK Dukung Komite TPPU Prabowo, Optimalkan Pemulihan Kerugian Negara

101
×

KPK Dukung Komite TPPU Prabowo, Optimalkan Pemulihan Kerugian Negara

Sebarkan artikel ini
meski-tak-terlibat,-kpk-dukung-penuh-prabowo-bentuk-komite-tppu
meski tak terlibat, kpk dukung penuh prabowo bentuk komite tppu

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung pembentukan Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Komite TPPU) oleh Presiden Prabowo Subianto.

KPK menilai komite ini penting dalam penegakan hukum, terutama untuk memulihkan kerugian negara.

“KPK menyampaikan dukungannya dalam pembentukan tim tersebut,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (23/9/2025).

Budi menjelaskan, dukungan ini sejalan dengan upaya KPK dalam mengenakan pasal TPPU dalam sejumlah kasus korupsi.

“Misalnya di kasus Program Sosial Bank Indonesia, KPK selain mengenakan pasal gratifikasi terhadap dua tersangka yang sudah ditetapkan, juga mengenakan pasal TPPU,” katanya.

Menurut Budi, penegakan hukum tindak pidana korupsi tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga mengoptimalkan pemulihan kerugian negara.

Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite TPPU melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2025. Komite ini diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra.

Perpres ini ditetapkan di Jakarta pada 25 Agustus 2025. Namun, tidak ada perwakilan KPK yang menjadi anggota komite tersebut.

2d32aebc91746c00edf53a0e027300fd.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Spekulasi Ole Romeny gabung Persib Bandung muncul setelah kode “OveR” dalam unggahan perkenalan Ragnar Oratmangoen. Ole Romeny dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Fortuna Sittard. Ia disebut sudah menjalani tes medis dan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan. Jika transfer terwujud, Ole akan bereuni dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard. Kepindahan ini juga diharapkan memberi Ole…

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…