Jakarta – Pemerintah terus mempercepat elektrifikasi angkutan umum untuk menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Bus listrik menjadi andalan utama dalam program ini.
Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub, Rudi Irawan, menegaskan elektrifikasi adalah kunci untuk menurunkan emisi dan meningkatkan efisiensi transportasi.
Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Elektrifikasi Angkutan Umum dalam Mendukung Penggunaan Energi Bersih.”
Inisiatif ini mendukung target nasional mencapai net zero emission pada tahun 2060. Sektor transportasi darat menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengungkapkan bahwa 67 persen polusi udara di Jakarta berasal dari kendaraan umum. DKI Jakarta sendiri telah memulai peralihan ke bus listrik TransJakarta.
Saat ini, 260 bus listrik beroperasi di Jakarta. Pemerintah berencana menambah 200 unit lagi tahun ini, dengan target 10.000 bus listrik pada tahun 2030.
Penggunaan bus listrik di Jakarta terbukti mampu mengurangi emisi hingga 20 ribu ton karbon. Pemprov DKI Jakarta bahkan menerima Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Kementerian Lingkungan Hidup atas capaian ini.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi kebijakan berbasis lingkungan yang diutamakan DKI Jakarta. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan sumber energi listrik berasal dari sistem pembakaran ramah lingkungan.
Dedie juga mendukung inisiatif TransJakarta yang menjangkau Bogor, karena membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.







