Berita

Rektor UGM Buka Suara Soal Dugaan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

109
×

Rektor UGM Buka Suara Soal Dugaan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

Sebarkan artikel ini
604b7e2fedad2c22312f391a89f18285.jpg
604b7e2fedad2c22312f391a89f18285.jpg

Yogyakarta – Isu keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat menyusul peluncuran buku Jokowi’s White Paper oleh tiga alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa. Buku tersebut diluncurkan di Yogyakarta pada 18 Agustus 2025. Menanggapi polemik dugaan ijazah palsu ini, Rektor UGM Ova Emilia menegaskan bahwa Jokowi tercatat sebagai alumni sah UGM, namun ia menekankan pembuktian keaslian ijazah adalah tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

Rektor Ova Emilia memberikan pernyataan resmi terkait polemik ini dalam dua bentuk, yaitu video resmi dan podcast yang disiarkan kanal resmi UGM pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mengatakan UGM selama ini terus mengikuti perkembangan isu keaslian ijazah Jokowi yang masih simpang siur di masyarakat.

“UGM menghormati hak warga negara untuk mempertanyakan isu apa pun dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut,” ujar Ova.

Jokowi Tercatat sebagai Alumni UGM
Ova Emilia menegaskan kembali bahwa Jokowi tercatat secara resmi sebagai alumni UGM. Menurutnya, kampus memiliki dokumen autentik mengenai keseluruhan proses pendidikan Jokowi, mulai dari penerimaan mahasiswa, perkuliahan sarjana muda hingga sarjana, hingga kelulusannya pada 5 November 1985.

“UGM pun telah diberi mandat negara untuk menyelenggarakan pendidikan dan secara berkala dinilai oleh lembaga independen. Sampai saat ini, proses pendidikan di UGM berjalan semestinya tanpa ada keraguan,” kata Ova.

Ia menambahkan, tugas dan tanggung jawab UGM dalam mendidik seseorang telah paripurna ketika yang bersangkutan dinyatakan lulus dan diberi ijazah sesuai ketentuan. “Hal ini juga berlaku kepada alumni UGM yang bernama Joko Widodo,” ujarnya.

Jokowi Telah Mendapatkan Ijazah Sesuai dengan Ketentuan
Ova juga menyatakan bahwa Joko Widodo merupakan alumni UGM yang sudah mendapatkan ijazah dari kampus sesuai dengan ketentuan. Jokowi dinyatakan lulus dari pendidikan sarjana di UGM pada 5 November 1985.

“UGM telah memberikan ijazah yang sesuai dengan ketentuan kepada Jokowi saat diwisuda 19 November 1985,” kata Ova dalam keterangan videonya.

Menurutnya, setiap alumni berhak menggunakan ijazah dan gelar akademik yang diperoleh untuk berbagai kepentingan yang dibenarkan oleh hukum. “Alumni adalah satu-satunya pihak yang memegang ijazah asli miliknya. Sehingga penggunaan dan perlindungannya tanggung jawab alumni tersebut,” jelas Ova.

Jokowi Sendiri yang Bisa Buktikan Keaslian Ijazahnya
Ova Emilia menegaskan bahwa Jokowi sendiri yang dapat membuktikan keaslian ijazahnya kepada publik. Ia menuturkan pihak kampus tidak memiliki kewajiban mengklarifikasi lebih jauh soal tuduhan ijazah palsu yang terus bergulir terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia itu.

“Cara yang tepat adalah orang tersebut menunjukkan ijazahnya kepada kita. Karena ijazahnya ada di orang tersebut,” kata Ova dalam tayangan YouTube resmi UGM pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

UGM, lanjutnya, sudah menyerahkan ijazah sarjana kepada Jokowi saat dia diwisuda pada 19 November 1985. Sejak itu, dokumen ijazah menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan. “Ijazah milik alumni UGM sudah diberikan. Maka, jika ada pihak yang masih meragukan, silakan yang bersangkutan yang menunjukkan kepada publik,” tegas dia.

Ova menekankan, UGM tidak bisa ikut campur lebih jauh dalam pembuktian ijazah seseorang dan tidak ada kewajiban institusi untuk mengklarifikasi. “UGM menghormati hak warga negara untuk mempertanyakan isu apa pun. Tapi sesuai ketentuan, kami hanya bisa menyampaikan data publik dan wajib melindungi data pribadi,” tuturnya.

Akan Beri Sanksi kepada Alumni UGM yang Palsukan Ijazah
Rektor UGM itu juga menegaskan akan melaporkan dan memberikan sanksi hukum kepada alumni yang sengaja memalsukan ijazah yang diberikan UGM. “Itu suatu tindakan kriminal dan menjadi tanggung jawab yang bersangkutan,” ucap Ova dalam diskusi bertajuk ‘UGM Menjawab Ijazah Joko Widodo’ di saluran resmi YouTube UGM pada Sabtu.

Ia menekankan adanya sanksi hukum bagi alumni yang sengaja dan terbukti memalsukan ijazah dari UGM, dan hal itu berlaku untuk semua alumni.

6e18784ac0d38a4df3961d7350797c12.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Timnas Inggris akhirnya berhasil memutus kutukan babak perempat final Piala Dunia Skuad The Three Lions memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 usai meraih kemenangan dramatis 2-1 di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) Sebelumnya, Inggris hanya tiga kali mampu melewati fase perempat final, yakni pada Piala Dunia 1966, 1990, dan 2018 Sementara tujuh edisi lainnya berakhir dengan kekalahan,…