Berita

Rapat Paripurna HJK: Identitas Lokal Jadi Fondasi Padang Maju

126
×

Rapat Paripurna HJK: Identitas Lokal Jadi Fondasi Padang Maju

Sebarkan artikel ini
515437534 769564588956448 2883837270360387003 n
Foto : Diskominfo Padang

Padang – Pemerintah Kota Padang dan DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356 pada Kamis (7/8).

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, memimpin langsung rapat yang berlangsung semarak dan penuh makna tersebut.

Hadir dalam acara itu Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, para kepala daerah se-Sumbar, anggota DPR dan DPD RI, tokoh masyarakat, serta perwakilan negara sahabat.

Muharlion menegaskan perlunya kerja sama antar lembaga dalam mewujudkan Padang sebagai kota pintar dan sehat. Ia menyebut, kolaborasi DPRD dan Pemko sangat penting untuk mengatasi tantangan keterbatasan serta hambatan pembangunan.

“Tema HJK tahun ini, Taste of Padang Experience, mempertegas posisi Padang sebagai pusat gastronomi nasional,” ujarnya.

Ia juga menyebut identitas Minangkabau yang kental menjadi fondasi kuat bagi kemajuan kota di masa depan.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan sejumlah kemajuan kota dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, investasi di Padang telah melampaui tiga kali lipat target nasional.

Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 84,38, dan angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga nol.

“Padang kini menjadi kota dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Sumatra, dan termasuk lima besar nasional,” jelas Fadly.

Ia juga menyoroti keberhasilan program Adipura, Smart Surau, Padang Melayani, dan berbagai inovasi pelayanan publik lainnya.

Fadly turut menggarisbawahi isu krusial seperti banjir, pencemaran lingkungan, narkoba, kemiskinan, dan tawuran remaja.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan tersebut secara terpadu.

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kota Padang

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi Padang sebagai pusat layanan, pendidikan, budaya, dan perdagangan di Sumatera Barat.

Ia menyebut Padang sebagai contoh sinergi antara eksekutif dan legislatif yang mampu menggerakkan perubahan nyata. “Kita harus memperkuat identitas lokal, menjunjung nilai budaya, serta mendorong inovasi tanpa meninggalkan akar agama dan adat,” tuturnya.

Rapat paripurna ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berkontribusi besar dalam pembangunan kota. Penghargaan tersebut dituangkan dalam SK Wali Kota Padang Nomor 486 Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.