Berita

Sumut Tetapkan KLB, Campak Rubela Ancam Dua Belas Daerah

81
×

Sumut Tetapkan KLB, Campak Rubela Ancam Dua Belas Daerah

Sebarkan artikel ini
penyakit-campak-rubela-merebak-di-sumut,-12-daerah-alami-klb
penyakit campak rubela merebak di sumut, 12 daerah alami klb

Medan – Sumatera Utara (Sumut) dilanda Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mencatat 362 kasus positif campak dan 10 kasus rubella sepanjang Januari hingga Juli 2025.

Total, 1.191 kasus suspek campak rubella tercatat di Sumut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, Novita Saragih, menyebutkan 12 kabupaten/kota melaporkan KLB campak.

Medan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi (159 kasus), disusul Deli Serdang (101 kasus), Tebing Tinggi (16 kasus), dan Tapanuli Selatan (9 kasus).

“Dinkes Sumut telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menanggulangi KLB Campak,” kata Novita, Minggu (3/8/2025).

Penyelidikan meliputi pelacakan kontak erat dan penemuan kasus tambahan di sekitar tempat tinggal penderita.

Dinkes Sumut juga berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota, sekolah, pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, survei cepat komunitas terkait imunisasi dan kajian epidemiologi juga dilakukan.

Novita menjelaskan, imunisasi campak-rubela (MR) termasuk dalam imunisasi dasar lengkap (IDL). Capaian IDL di Sumut hingga 31 Juli 2025 baru 38,66% dari target 58%.

Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan 56% kasus campak di Sumut belum mendapatkan imunisasi MR.

“Meski sudah divaksin MR, anak masih bisa terkena campak, namun risikonya lebih kecil dan gejala lebih ringan,” jelas Novita.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah efektivitas vaksin yang tidak 100%, kemungkinan infeksi sebelum vaksin bekerja optimal, atau paparan virus campak yang sangat tinggi.

Daya tahan tubuh yang menurun juga meningkatkan risiko tertular campak.

“Tantangan utama adalah kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat, serta keraguan terhadap vaksin karena hoaks,” imbuh Novita.

Puskesmas dan rumah sakit memiliki peran penting dalam deteksi dini dan penanganan campak.

Puskesmas melakukan surveilans aktif, deteksi kasus, dan penanganan awal. Rumah sakit memberikan penanganan lanjutan, termasuk perawatan suportif dan penanganan komplikasi.

Untuk mencegah KLB Campak, Dinkes Sumut meningkatkan cakupan imunisasi dan memperkuat sistem surveilans.

“Keberhasilan program imunisasi memerlukan dukungan kolektif dari semua pihak,” tegas Novita.

Dinkes Sumut akan menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PENARI) mulai 4-9 Agustus 2025.

PENARI bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Novita menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor, termasuk PKK, organisasi masyarakat, dan media massa, dalam meningkatkan cakupan imunisasi.