Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan angin segar bagi kelompok Dasawisma dengan menaikkan dana operasional sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam pembangunan kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menandatangani keputusan terkait kenaikan dana operasional bagi 76.114 Dasawisma di seluruh wilayah Jakarta.
Pada hari Kamis (3/7), Pramono menyampaikan di Balai Kota Jakarta, Pemerintah DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada 76.114 dasawisma.
“Dan dalam bentuk apresiasi itu maka operasional dasawisma yang sebelumnya 500 ribu dinaikkan menjadi 750 ribu, dan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur nomor 497 tahun 2025,” katanya.
Pramono menjelaskan bahwa kenaikan dana operasional ini diberikan karena Dasawisma merupakan garda terdepan Pemprov Jakarta dalam memantau dan memahami kondisi riil masyarakat.
Ia menambahkan, dibandingkan dengan daerah lain, Jakarta memiliki Dasawisma yang dapat digunakan untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi di masyarakat.
Menurut Pramono, Dasawisma memiliki peran krusial dalam perbaikan data, seperti yang terjadi pada program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ia menuturkan bahwa berkat kerja Dasawisma, KJP akhirnya terdistribusi kepada 707.622 siswa.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi dengan mengundang mereka ke Balai Kota, karena sebagian besar Dasawisma belum pernah berkunjung ke sana.
Dasawisma sendiri merupakan kelompok ibu-ibu yang terdiri dari 10-20 keluarga dalam satu RT, yang bertujuan untuk membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program PKK di tingkat kelurahan.
Kenaikan dana operasional ini diharapkan dapat memacu Dasawisma untuk semakin optimal dalam menjalankan perannya di masyarakat.







