Berita

Mentan Apresiasi Menko dan Menkeu, Sampaikan Penghargaan Petani

44
×

Mentan Apresiasi Menko dan Menkeu, Sampaikan Penghargaan Petani

Sebarkan artikel ini
mentan-amran:-atas-nama-petani-tebu,-terima-kasih-kepada-menko-perekonomian-dan-menkeu
mentan amran: atas nama petani tebu, terima kasih kepada menko perekonomian dan menkeu

Jakarta – Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi gula nasional melalui dukungan pembiayaan yang lebih mudah diakses oleh petani tebu. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dukungan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkeu Sri Mulyani atas program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani tebu.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani tebu plasma di seluruh Indonesia. “Kami mewakili petani Indonesia. Terima kasih kepada Menkeu dan Menko Perekonomian. Luar biasa. Sekarang, insya Allah petani tebu plasma itu bernapas lega,” kata Mentan pada Kamis (3/7/2025) usai Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian di Jakarta.

Dijelaskan oleh Mentan, skema KUR terbaru memberikan kemudahan bagi petani. Plafon KUR yang sebelumnya bersifat akumulatif hingga Rp 500 juta, kini dapat diakses berulang kali oleh petani tanpa harus beralih ke kredit komersial setelah mencapai batas awal. Ia menjelaskan, “Jadi kreditnya itu plafonnya 500 juta dan ini bunganya 6 persen. Dulu kan akumulasi Rp 500 juta. Kalau dia sudah dapat Rp 500 juta, berikutnya komersial. Sekarang kita buka.”

Selain itu, pabrik gula akan dilibatkan sebagai avalis atau penjamin kredit tanpa memerlukan agunan dari petani. Dalam skema ini, pabrik bertanggung jawab atas kredit, sehingga mempermudah akses pembiayaan. “Kemudian nanti pabriknya menjadi avalis. Kalau avalis tanpa jaminan. Tapi pabriknya bertanggung jawab. Nah ini memudahkan petani kita. Saya kira ini adalah kebahagiaan petani tebu seluruh Indonesia. Mereka sudah lama mengusulkan,” imbuhnya.

Kebijakan ini merupakan respons atas aspirasi petani tebu yang telah lama disuarakan. Pemerintah berharap dukungan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan produktivitas tebu nasional. Mentan berharap kebijakan ini dapat segera diterapkan agar petani dapat memanfaatkannya di musim tanam yang sedang berlangsung.

Mentan mengatakan bahwa, “Kebijakan ini untuk tebu dan komoditas lainnya tetapi fokus tebu dulu. Nanti kita lihat perjalanannya dulu. Mudah-mudahan satu pekan ini selesai dan bulan ini bisa diterapkan. Sebab, sekarang musim tanam. Kita berharap bulan ini sudah jalan.”

Sebelumnya, pada 11 Juni 2025 lalu, saat Rapat Kerja Pengembangan Tebu di Surabaya, Jawa Timur, Mentan mendorong penyederhanaan regulasi terkait KUR yang dinilai menghambat petani untuk mengakses pembiayaan. “KUR itu harus disesuaikan. Kalau petani bayar lancar tiap tahun, kenapa tidak bisa ambil lagi? Harusnya tiap tahun bisa diakses tanpa akumulasi yang menghambat, karena saat ini setelah Rp500 juta, enggak bisa ngambil lagi, akumulasi. Nah ini kan menghambat,” tegasnya.

Sebagai informasi, produksi gula nasional tahun 2024 mencapai 2,46 juta ton, meningkat 8,57 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 2,27 juta ton. Mentan juga telah merinci enam strategi kunci untuk mewujudkan swasembada gula nasional, termasuk penguatan penyuluhan, perbaikan sistem pengelolaan perkebunan, penyediaan sarana produksi, kemudahan akses pupuk, penyediaan irigasi, pengelolaan tanah, dan penetapan harga yang menguntungkan petani.