Berita

Unand Kukuhkan Tujuh Guru Besar

103
×

Unand Kukuhkan Tujuh Guru Besar

Sebarkan artikel ini
alma
alma

Padang – Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan tujuh guru besar, Rabu (30/4) di convention hall kampus tersebut. Dalam kesempatan itu Rektor Unand, Efa Yonnedi mendorong para profesor melakukan riset lintas sektor.

“Ada 201 orang profesor di Unand, harus mampu mendapatkan pendanaan riset dari luar. Guru besar bukan hanya figur keilmuan, tapi juga harus mampu membangun networking dan trust di luar sana. Maka itu saya mendorong guru besar melakukan riset lintas sektor,” ujar Efa Yonnedi dalam pidato pengukuhan guru besar tersebut.

Efa mencontohkan sejumlah universitas di luar negeri yang bisa mendapatkan dana riset dari luar kampus. Menurutnya hal ini juga sebagai bentuk kolaborasi, mencapai terciptanya hasil dari riset lintas sektor yang dijalankan nantinya.

Selain itu rektor juga menekankan bahwa gelar guru besar tak hanya soal lulusan, jurnal dan paten, tapi juga harus memberi dampak kepada kehidupan masyarakat, apalagi dengan begitu banyak tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang.

“Tantangan riset dan teknologi masih kompleks. Maka perlu kolaborasi, karena kolaborasi jadi kunci. Guru besar sebagai lokomotif perubahan, jangan hanya tinggal slogan,” kata rektor.

Efa juga mengatakan, pengukuhan guru besar ini merupakan agenda yang sangat penting bagi perjalanan intelektual akademisi.

“Pengukuhan menjadi titik balik yang penting dalam perjalanan intelektual seorang dosen. Sekaligus tonggak historis dan strategis bagi kemajuan Unand,” katanya.

Adapun ketujuh akademisi yang dikukuhkan pada kesempatan itu, yakni Prof. Afrizal (guru besar bidang Teori Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)), Prof. Alfan Miko, guru besar bidang Ilmu Sosiologi Keluarga pada FISIP, Prof. Lucky Zamzami (guru besar bidang Ilmu Antropologi Maritim (Pembangunan Masyarakat Maritim) pada FISIP).

Kemudian Prof. Zainal Arifin (guru besar bidang Ilmu Antropologi Politik (Politik Identitas dan Reproduksi Budaya) pada FISIP, Prof. Defriman Djafri (guru besar bidang Ilmu Epidemiologi Bencana pada Fakultas Kesehatan Masyarakat), Prof. Masrizal (guru besar bidang Ilmu Epidemiologi Penyakit Menular pada Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Prof. Yusniwati (guru besar bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman pada Fakultas Pertanian). (Wy)

Pebulu tangkis Indonesia Alwi Farhan dalam laga babak 16 besar Japan Open 2026 di Tokyo
Berita

Ringkasan Berita: Alwi Farhan mengalahkan unggulan asal Prancis, Alex Lanier, pada babak 16 besar Sejumlah unggulan dari Thailand, China, Jepang, dan Korea Selatan ikut tersingkir Babak perempat final Japan Open 2026 dipastikan diwarnai banyak wakil non-unggulan TRIBUNNEWS.COM – Deretan kejutan mewarnai hasil babak 16 besar Japan Open 2026 setelah sejumlah unggulan harus tersingkir lebih cepat, termasuk ketika wakil Indonesia Alwi Farhan sukses…