BeritaEcozonePemerintahan

Tiga Tren Ekonomi Kreatif yang Diprediksi Akan Mendominasi Tahun 2025

168
×

Tiga Tren Ekonomi Kreatif yang Diprediksi Akan Mendominasi Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
whatsapp image 2024 10 21 at 8.53.33 pm (1)
Foto ; Internet

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) memprediksi tiga tren ekonomi kreatif yang akan berkembang pesat pada 2025. Tren ini menggabungkan inovasi, budaya lokal, dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan proyeksi tersebut dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2024 yang diadakan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (20/12/2024). Salah satu tren yang diunggulkan adalah konsep “Local is the New Luxury.”

Menurut Riefky, tren ini menyoroti kebanggaan terhadap produk dan budaya Indonesia, yang kini dipandang dengan standar kualitas internasional. “Kami ingin menonjolkan nilai budaya nusantara yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Tren selanjutnya adalah “Experiential Experience Kuliner,” yang menawarkan pengalaman baru dalam menikmati kuliner khas Indonesia. Tren ini bertujuan memberikan sensasi berbeda bagi konsumen yang ingin mengeksplorasi ragam cita rasa tradisional.

Selain itu, “Revolusi Mode” juga diprediksi akan menjadi tren besar. Tren ini menekankan pada keberlanjutan dalam industri fashion, dengan fokus pada penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, termasuk serat alami.

Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa ketiga tren ini mencerminkan arah ekonomi kreatif yang inovatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menambahkan, tren ini juga sejalan dengan target yang telah ditetapkan Kemenkraf dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). PDB ekonomi kreatif diperkirakan akan tumbuh hingga 8,37% pada 2029, dengan ekspor yang meningkat sebesar 5,96% dan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 27,66 juta orang.

Menteri Riefky didampingi oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, serta para pejabat eselon I dan II di Kemenkraf. Turut hadir dalam acara tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto.