The Briliant

R.A Kartini, Perjuangan dan Pencerahan Seorang Pahlawan Perempuan

986
×

R.A Kartini, Perjuangan dan Pencerahan Seorang Pahlawan Perempuan

Sebarkan artikel ini
R.A Kartini
Foto : Internet

FENESIA – R.A Kartini, atau Ajeng Kartini, lahir pada 21 April 1879. Ia merupakan keturunan bangsawan putri dari Raden Mas AdiPati Ario Sosonigrat dan M.A Ngasirah. Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara. Pendidikan awalnya berjalan di Europeesche Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun, ketika ia memasuki masa pingitan.

Kartini mampu membaca dan menulis dalam bahasa Belanda setelah belajar di ESL. Ia mendalami literatur Eropa melalui buku-buku, surat kabar, dan majalah. Melalui literatur tersebut, ia memahami pandangan perempuan Eropa yang lebih maju dan bebas dibandingkan perempuan pribumi.

Pada Tahun 1912, Yayasan Kartini Dirikan Dekolah yang Diberi Nama Kartini

R.A Kartini
Foto : Internet

Sekolah ini awalnya berdiri di Semarang, kemudian berkembang ke Surabaya, Yogyakarta, Madiun, dan Malang. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang setara kepada perempuan.

Setelah wafat, Mr. JH Abendanon mengumpulkan dan menerbitkan surat-surat Kartini kepada teman-temannya di Belanda dalam buku berjudul “Door Duisternis tot Licht” yang berarti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya.” Buku ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat Belanda tentang perempuan pribumi, khususnya perempuan Jawa.

Pada tanggal 2 Mei 1964, Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan Presiden No. 108 tahun 1964 yang menetapkan Kartini sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional. Selain itu, Soekarno menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.