Berita

Menteri PPPA Soroti Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Sekolah Jakarta

5
×

Menteri PPPA Soroti Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Sekolah Jakarta

Sebarkan artikel ini
menteri-pppa-buka-suara-soal-temuan-ratusan-senjata-di-sekolah-jaksel
menteri pppa buka suara soal temuan ratusan senjata di sekolah jaksel

Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti penemuan ratusan pucuk senjata, narkotika, dan materi pornografi di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Arifah menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan yang dinilai mengancam ekosistem pendidikan tersebut.

Ia menegaskan prioritas kementerian saat ini adalah memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi seluruh siswa.

“Kami ingin sekolah memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis,” ujar Arifah melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/8).

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menjaga privasi para siswa serta menghindari pemberian stigma negatif terkait kasus ini.

Arifah menekankan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi korban atas persoalan hukum yang bukan merupakan tanggung jawab mereka.

Kementerian PPPA kini terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas PPPA DKI Jakarta untuk mengawal aspek perlindungan anak di sekolah tersebut.

Arifah juga meminta pihak sekolah segera menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak dan menyediakan layanan pendampingan psikososial bagi warga sekolah yang membutuhkan.

Selain itu, ia mendorong pihak sekolah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas guna memperkuat pengawasan internal.

Mengenai proses hukum, Arifah meminta semua pihak menghormati penyelidikan yang saat ini sedang ditangani oleh kepolisian.

Ia turut memberikan apresiasi kepada yayasan sekolah yang bertindak proaktif dengan melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib.

Kasus ini bermula saat pihak sekolah membuka ruangan milik mantan ketua yayasan.

Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, mengungkapkan pihaknya menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi pada Juli lalu.

Dalam pemeriksaan lanjutan pada Rabu (5/8), sekolah kembali menemukan sejumlah senjata, narkoba, serta cakram padat berisi konten pornografi.