ANKARA – Wakil Presiden Turkiye, Cevdet Yilmaz, menegaskan bahwa pakta pertahanan baru antara Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan tidak ditujukan untuk memusuhi negara mana pun, termasuk Iran.
Kesepakatan yang disebut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah ini bertujuan memperkuat stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan kemampuan penangkalan keamanan kolektif.
Yilmaz menyampaikan pernyataan tersebut melalui wawancara pada Sabtu (8/8/2026), tak lama setelah dokumen kerja sama resmi ditandatangani.
Sebelumnya, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meresmikan perjanjian tersebut di Istana Al-Safa, Mekkah, Jumat (7/8/2026).
Kerangka kerja sama ini mencakup pertukaran intelijen strategis serta koordinasi keamanan kawasan secara komprehensif.
Langkah Turkiye bergabung ke dalam aliansi yang telah dirintis Arab Saudi dan Pakistan sejak 2025 itu dinilai sebagai upaya krusial dalam arsitektur keamanan regional.
Sejumlah pengamat memandang pakta ini sebagai tonggak sejarah baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan geopolitik di Timur Tengah.







