Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (29/7/2026), dengan terkoreksi 0,6% atau 37 poin ke level 6.093.
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan pasar modal domestik ini dipicu oleh sentimen negatif yang menyebabkan 461 saham ditutup melemah, sementara hanya 176 saham yang mencatatkan penguatan dan 154 saham lainnya stagnan.
Volume transaksi sepanjang sesi pertama tercatat mencapai 26,88 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,25 juta kali.
Total nilai transaksi pada siang hari ini mencapai Rp 16,85 triliun dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.690 triliun.
Saham-saham dari Grup Bakrie mendominasi daftar saham dengan penurunan terdalam atau top losers di pasar modal.
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) merosot 9,38% ke posisi Rp 29 per saham.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengalami pelemahan sebesar 7,69% ke level Rp 96.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) turut tertekan dengan penurunan sebesar 7,14% menjadi Rp 715.
Secara sektoral, sepuluh dari sebelas sektor yang ada di bursa terpantau bergerak di zona merah.
Sektor properti menjadi penekan utama dengan pelemahan sebesar 2,62%.
Emiten properti seperti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turun 2,01% ke Rp 3.410, PT Sentul City Tbk (BKSL) melemah 1,52% ke Rp 65, serta PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terkoreksi 1,6% ke Rp 123.
Berlawanan dengan tren sektoral, sejumlah saham di sektor industri dasar justru menunjukkan penguatan meski indeks sektoralnya turun 0,36%.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 1,43% ke Rp 1.770 dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 1,22% ke Rp 6.200.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan pertumbuhan 2,87% ke Rp 2.150 dan PT Timah Tbk (TINS) terangkat 0,58% ke Rp 3.480.
Berdasarkan nilai transaksi harian, saham TPIA menjadi yang paling aktif dengan nilai mencapai Rp 634,57 miliar.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 425,71 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 396,77 miliar.
Pergerakan indeks regional Asia cenderung bervariasi dengan mayoritas indeks berada di zona merah.
Indeks Nikkei Jepang turun 1,91% ke level 61.174 dan Shanghai Composite melemah 0,51% ke level 3.793.
Indeks Hang Seng menjadi pengecualian dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,37% ke level 25.657.
Daftar top gainers mencakup PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang naik 7,63% ke Rp 635, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 5,35% ke Rp 1.575, serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 4,57% ke Rp 5.200.
Daftar top losers mencakup PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang turun 10,07% ke Rp 250, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun 9,38% ke Rp 29, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 7,69% ke Rp 96.






