Ecozone

Menakar Prospek Saham GOTO di Tengah Aksi Jual Investor

26
×

Menakar Prospek Saham GOTO di Tengah Aksi Jual Investor

Sebarkan artikel ini
Layar monitor menampilkan grafik pergerakan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Bursa Efek Indonesia
Saham GOTO mengalami tekanan jual signifikan di tengah stagnasi harga pada level Rp50.

Jakarta – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan jual yang signifikan dengan antrean mencapai 222,30 juta lot menjelang pengumuman laporan keuangan semester pertama pada Rabu (29/7/2026).

Dilansir dari MSN, fenomena antrean jual yang masif ini terjadi di tengah stagnasi harga saham GOTO yang bertahan di level Rp 50 atau level gocap selama hampir dua bulan terakhir.

Tekanan pada harga saham tersebut dipicu oleh pemberlakuan kebijakan baru pemerintah mengenai pemotongan komisi aplikator ojek online menjadi 8% bagi angkutan roda dua sejak 1 Juli 2026.

Regulasi tersebut menggantikan aturan sebelumnya yakni KP 1001 Tahun 2022 yang menetapkan komisi aplikator sebesar 20%.

Meskipun harga saham tertekan di level terendah, mayoritas sekuritas tetap memberikan pandangan optimis melalui konsensus Bloomberg.

Data menunjukkan sebanyak 24 sekuritas memberikan rekomendasi beli, sementara tujuh sekuritas lainnya menyarankan untuk menahan posisi (hold).

Tidak terdapat satu pun sekuritas dari total 31 lembaga keuangan yang memberikan rekomendasi jual untuk saham perusahaan teknologi tersebut.

Konsensus Bloomberg mencatat rata-rata target harga saham GOTO berada di level Rp 80 per lembar, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 60% dari harga penutupan perdagangan terakhir.

Maybank Sekuritas menetapkan target harga Rp 80 per saham, sementara Morgan Stanley memberikan peringkat netral dengan target harga Rp 79 per saham.

UOB Kay Hian Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas secara konsisten memberikan rekomendasi beli dengan target harga masing-masing Rp 78 dan Rp 70 per saham.

Macquarie juga turut memberikan pandangan positif dengan menetapkan rekomendasi outperform pada target harga Rp 72 per saham.

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas, Gani, menilai konsensus analis masih condong pada rekomendasi beli karena fundamental perusahaan yang dinilai solid.

“Risiko penurunan juga sangat rendah,” kata Gani.

Gani menambahkan bahwa harga saham saat ini dipandang sebagai titik masuk yang menarik bagi investor meski likuiditas saham sedang mengalami penurunan.

Kinerja keuangan pada kuartal kedua 2026 akan menjadi katalis utama bagi pasar untuk menilai dampak nyata dari kebijakan komisi 8% tersebut.

“Di sisi lain, pasar berharap mendapat kejelasan tentang seberapa besar dampak kebijakan komisi yang baru terhadap kinerja GOTO,” kata Gani.

Pada kuartal pertama 2026, GOTO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 257,94 miliar yang merupakan capaian laba pertama sejak perusahaan berdiri.

Perolehan tersebut merupakan pembalikan kondisi dari kerugian sebesar Rp 283,32 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.

Pendapatan perusahaan hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp 5,34 triliun atau naik 26,25% secara tahunan (yoy).

EBITDA yang disesuaikan juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 131% yoy menjadi Rp 907 miliar.

Penafian: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.