Ecozone

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, UNVR, ELSA, TPIA

22
×

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, UNVR, ELSA, TPIA

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan masih rentan terhadap tekanan koreksi pada perdagangan Rabu (29/7/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rentan terhadap tekanan koreksi pada perdagangan Rabu (29/7/2026) akibat bayang-bayang tekanan jual yang terus berlanjut di pasar modal domestik.

Dilansir dari riset MNC Sekuritas, analis Herditya Wicaksana menilai pergerakan indeks dalam jangka pendek cenderung bergerak sideways dengan rentang fluktuasi yang berada di antara indikator MA20 dan MA60.

Secara teknikal, Herditya menjelaskan bahwa IHSG saat ini sedang berada dalam fase wave iv dari wave (c) dari wave [iv] yang menuntut kewaspadaan investor.

Investor diimbau untuk mencermati rentang area koreksi indeks yang berada di kisaran 6.074 hingga 6.107.

MNC Sekuritas telah menetapkan target area penguatan terdekat bagi indeks berada pada rentang 6.262 hingga 6.299.

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, batas support IHSG ditetapkan berada pada kisaran 6.111 hingga 6.007.

Sementara itu, level resistance indeks diperkirakan akan berada pada rentang harga 6.599 hingga 6.705.

Dalam dunia investasi, support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah di mana daya beli saham cenderung meningkat.

Berlawanan dengan support, resistance didefinisikan sebagai tingkat harga tertinggi yang sering memicu aksi jual karena kenaikan harga mulai tertahan.

Menanggapi kondisi pasar saat ini, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk sejumlah saham pilihan.

Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) disarankan untuk akumulasi beli pada rentang harga Rp 1.435 hingga Rp 1.470 dengan target harga Rp 1.550 hingga Rp 1.615 serta stoploss di bawah Rp 1.385.

Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) direkomendasikan untuk trading buy pada area Rp 2.050 hingga Rp 2.090 dengan target harga Rp 2.390 hingga Rp 2.600 dan stoploss di bawah Rp 2.000.

Tekanan pada IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen domestik terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang ditutup pada level Rp 18.083 per dolar AS.

Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pelemahan rupiah didorong oleh penguatan indeks dolar AS menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.

Ketidakpastian domestik terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif menjadi faktor tambahan yang membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see.

Sentimen eksternal lain yang perlu diwaspadai adalah potensi tarif impor tambahan dari Perwakilan Dagang AS (USTR) terhadap beberapa negara Asia.

Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mencermati saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor dan artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.