Ecozone

Trimegah Sekuritas Jajaki IPO Baru Usai Antar RANS dan JECX

18
×

Trimegah Sekuritas Jajaki IPO Baru Usai Antar RANS dan JECX

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk di Jakarta
PT Trimegah Sekuritas Indonesia tengah menjajaki diskusi awal dengan sejumlah calon emiten untuk rencana IPO pada 2026.

Jakarta – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) tengah menjajaki diskusi awal dengan sejumlah perusahaan yang berpotensi melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester II tahun 2026, sebagaimana diungkapkan perusahaan pada Rabu (29/7/2026).

Dilansir dari PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, proses komunikasi tersebut saat ini masih berada pada tahap diskusi internal sehingga belum ada calon emiten yang dapat diumumkan secara resmi kepada publik.

“Ada pembicaraan dengan emiten, tetapi sifatnya masih diskusi dan belum bisa di-disclose,” kata Direktur Trimegah Sekuritas, Anung Rony Hascaryo.

Anung menjelaskan bahwa perusahaan saat ini lebih memfokuskan perhatian pada pipeline bisnis obligasi karena dinilai memiliki stabilitas yang lebih pasti dibandingkan dengan penawaran saham.

Banyak emiten saat ini memilih untuk memanfaatkan skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) atau penerbitan obligasi baru yang sedang menunggu proses praefektif.

Berbeda dengan sektor saham yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi kondisi pasar, penerbitan obligasi cenderung lebih tahan terhadap guncangan karena didukung oleh program pendanaan berkelanjutan dari emiten terkait.

Sepanjang tahun 2026, Trimegah Sekuritas telah berhasil mengantarkan dua perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kedua perusahaan tersebut adalah emiten rumah sakit mata PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dan perusahaan hiburan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Meskipun pasar saham sedang dalam fase yang menantang, Anung menilai bahwa saham IPO masih menjadi instrumen investasi yang diminati oleh pelaku pasar, terutama investor ritel.

Saham yang baru melantai di bursa sering kali menawarkan potensi kenaikan harga yang signifikan pada awal periode perdagangan.

“Setelah itu tentu sesuai dengan kondisi market dan mekanisme pasar, namun selama ini yang kami tangani selalu mengalami kenaikan pada awal perdagangan,” kata Anung.

Ia menambahkan bahwa minat perusahaan untuk melakukan IPO sangat bergantung pada momentum pasar untuk mendapatkan valuasi yang optimal bagi para pemegang saham.

Banyak calon emiten memilih untuk menunda proses pencatatan saham mereka hingga situasi pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih kuat.

Di sisi lain, bisnis penjaminan emisi obligasi yang dikelola oleh Trimegah Sekuritas justru mencatatkan pertumbuhan yang positif secara year to date dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Stabilitas permintaan obligasi menjadi penopang utama kinerja perusahaan di tengah ketidakpastian pasar saham yang sedang mengalami transisi akibat reformasi integritas bursa.

Investor ritel dan institusi diharapkan tetap memperhatikan profil risiko serta strategi alokasi portofolio masing-masing sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam saham-saham IPO yang akan datang.

Trimegah Sekuritas berkomitmen untuk terus memantau kondisi makroekonomi dan sentimen bursa guna menentukan waktu yang paling tepat bagi klien mereka untuk melakukan penawaran umum.